Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Penyekatan di Perbatasan Kuningan, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
8

Petugas gabungan saat melakukan operasi penyekatan di Pos Check Point Tugu Sampora Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Andri Yanto)

Ciremaitoday.com, Kuningan – Puluhan kendaraan roda empat berpelat nomor luar daerah terjaring razia penyekatan di perbatasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Uniknya, tak sedikit pemudik yang mencoba segala cara agar lolos pemeriksaan petugas.

Misalnya saja menumpang di kendaraan pangangkut barang, mencari jalan tikus hingga memilih waktu mudik saat malam hari. Seperti yang dilakukan pemudik dari Bekasi dengan menumpang di mobil pikap.

Kejadian ini diketahui petugas, saat menjaring mobil pikap yang ditumpangi 6 orang pemudik pada Selasa (4/5/2021). Para pemudik menumpang di bak terbuka yang ditutupi terpal agar dikira membawa barang muatan.

Petugas gabungan saat melakukan operasi penyekatan di Pos Check Point Tugu Sampora Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Andri Yanto)

Setelah diperiksa petugas, rupanya pemudik tersebut tidak bisa menunjukan surat keterangan bebas COVID-19. Akibat tidak memberi hasil pemeriksaan COVID-19, terpaksa petugas memutar balik mobil tersebut.

“Saat kita sedang melakukan pemeriksaan, ada mobil pikap bernopol luar daerah yang tertutup terpal. Ketika didekati, rupanya ada 6 orang yang menumpang di belakang,” kata seorang petugas Pos Check Point Tugu Ikan Sampora Kuningan, Ipda Sunardi.

Dia menyebut, apabila para pemudik ini hendak kembali ke kampung halaman di Lebakwangi Kabupaten Kuningan. Seluruhnya merupakan pemudik yang bersama-sama berangkat dari perantauan di Bekasi.

“Pemudik ini dari Bekasi, tiba di Kuningan tepatnya di Pos Check Poin ini sekitar jam 2 dini hari. Katanya mau pulang ke Lebakwangi, perjalanan mereka sudah 7 jam dari Bekasi sampai di Kuningan,” jelasnya.

Menurutnya, para pemudik berhasil tiba di Kuningan setelah lolos dari pemeriksaan di kabupaten/kota sebelumnya. Sebab melalui jalur tikus agar terhindar dari pemeriksaan petugas.

“Ya mereka bisa lolos itu katanya lewat jalur tikus untuk menghindari petugas,” tukasnya.

Namun karena para pemudik tidak bisa menunjukan hasil pemeriksaan COVID-19, pihaknya terpaksa bertindak tegas dengan memutar balik kendaraan tersebut. Saat ini, intensitas kendaraan dari luar daerah ke Kuningan cenderung mengalami peningkatan.

“Khusus malam ini saja, ada 26 kendaraan roda empat dan roda enam. Namun hanya satu yang kita putar balik,” tutupnya.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban