Perdana Melantai di BEI, Saham Klub Malam Wulan Guritno Melesat 10 Persen, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
4

Konser Barasuara di Lucy In The Sky, SCBD. Foto: Alexander Vito/kumparan

Pengelola tempat hiburan malam berbasis restaurant Lucy In The Sky, PT Lima Dua Lima Tiga, resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (5/5). Lima Dua Lima Tiga yang menjadi emiten ke 16 di 2021 ini mendapatkan kode emiten LUCY.

“Setelah melewati masa pandemi, untuk ke depannya ini adalah saat yang tepat bagi kami untuk melakukan ekspansi,” ujar Direktur Utama LUCY Andaru Tahir, dalam Seremoni Virtual Pencatatan Perdana Saham LUCY, Rabu (5/5).

Dalam aksi korporasi ini, Lima Dua Lima Tiga melepas 337.500.000 lembar saham atau 32,61 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan dalam IPO itu sebesar Rp 100 per lembar saham. Dengan demikian perseroan akan meraup dana segar melalui IPO sebesar Rp 33,75 miliar.

Pada pencatatan perdana ini, saham perseroan naik 10 poin atau setara 10 persen ke level Rp 110 dari harga IPO Rp 100. Saham LUCY ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 80 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 880.000.

Dalam kesempatan tersebut, aktris Sri Wulandari Guritno atau akrab disapa Wulan Guritno yang didapuk sebagai Komisaris Independen LUCY berharap aksi korporasi ini bisa menjadi langkah awal bagi perseroan untuk melakukan ekspansi.

Adapun setelah IPO ini Wulan mengatakan LUCY akan membuka 7 gerai baru baik di Jakarta maupun di kota lain seperti Surabaya, Bandung dan Bali

Wulan Guritno, Konferensi Pers Teater Musikal Pusaran Cinta, Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2). Foto: Giovanni/kumparan

“Semoga stakeholder dapat melihat prospek cerah dalam rencana bisnis FnB kami ke depannya. Sebagai salah satu perseroan yang tercatat di BEI kami akan selalu meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh stakeholder dan partner bisnis kami,” ujar Wulan Guritno.

Berdasarkan prospektus perseroan, dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk ekspansi usaha. Rinciannya, sekitar 91,80 persen digunakan untuk modal kerja yaitu 8,01 persen akan digunakan perseroan untuk pembayaran sewa gerai selama setahun yang terletak di SCBD yang dibayarkan kepada pihak ketiga sebesar Rp 2,24 miliar.

Kemudian Sekitar 91,99 persen akan digunakan perseroan untuk kegiatan operasional seluruh gerai Perseroan termasuk pembayaran sewa selama setahun, pembayaran gaji karyawan, proses rekrutmen.

Kemudian pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai dan biaya-biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk tujuh gerai baru.

Sisanya sekitar 8,2 persen akan digunakan untuk membayar pihak ketiga dalam rangka renovasi gerai SCBD sekitar Rp 2,5 miliar.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban