Pencurian Lewat Gorong-gorong Pasar Tengah Balam, Polisi: Pelaku Paham Wilayah, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
3

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana. | Foto : Bella Sardio/ Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung – Pencurian dengan modus baru melalui gorong-gorong yang merugikan 2 Toko di Pasar Tengah diduga pelaku merupakan orang yang sudah paham TKP setempat.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan sedang melanjutkan proses penyelidikan untuk mencari pelaku pencurian tersebut.

Ketika ditanya dugaan pelaku dengan modus yang baru ini, ia menuturkan bahwa semua masih memungkinkan.

“Dugaan bisa dari orang sekitar atau yang sudah paham wilayah di sana. Siapa saja masih berkemungkinan,” tuturnya, Rabu (5/5) di Mapolresta Bandar Lampung.

Saat ini pihaknya sudah memeriksa korban yang diketahui kehilangan hingga Rp 50 juta. Toko Arifin tersebut merupakan toko aksesoris yang berlokasi di Jalan Kartini (Pasar Tengah).

Selanjutnya, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Pasar untuk mengetahui dimana asal pelaku melakukan aksinya melaui gorong-gorong.

“Nantinya, kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pasar. Kita juga lihat, itu dulu gorong-gorong atau apa karena seperti sudah terhubung. Master plan-nya itu belum kita dapatkan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, gorong-gorong tersebut digunakan sebagai jalan menuju Toko Batik Indonesia, yang kemudian melubangi lantai tersebut. Sehingga pelaku bisa masuk tanpa melalui pintu masuk.

Lubang yang dibuat pencuri di Toko Batik Indonesia untuk melakukan aksi pencuriannya, Rabu (5/5). | Foto : Bella Sardio/ Lampung Geh

Terlihat dalam CCTV milik Toko Batik Indonesia, pelaku sempat mencari sejumlah uang di laci pada meja Toko Batik Indonesia sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, tak ditemukannya uang tunai.

Selanjutnya, diduga kuat pelaku melewati plafon dengan naik ke lantai 3 untuk menuju ke toko yang lain. Sampai di Toko Arifin, pelaku membawa kabur uang Rp 50 juta.

Setelah menyadari kerugian yang dialami, pihak Toko Arifin melaporkan ke pihak Polsek Tanjung Karang Barat. Kemudian Polsek Tanjung Karang Barat bekerja sama dengan Satreskrim Polresta Bandar Lampung untuk mengungkapkan kejahatan tersebut. (*)

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban