Melihat Cacing Teraneh di Dunia: Punya Banyak Pantat, Tubuh Mirip Akar Pohon, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
4

Cacing aneh punya bentuk bercabang seperti akar. Foto: Journal of Morphology/Ponz-Segrelles, Aguado & Glasby

Masih banyak misteri kehidupan laut dalam yang belum terungkap. Konon, sebagian besar hewan yang hidup di sana memiliki wujud tidak biasa, salah satunya adalah cacing aneh dengan bentuk bercabang seperti akar pohon, di mana setiap cabang punya pantat masing-masing.

Spesies ini disebut Ramisyllis multicaudata dan dianggap sebagai cacing teraneh di dunia. Pertama kali ditemukan pada 2006 dan dideskripsikan secara resmi pada 2012. Kini, untuk pertama kalinya ilmuwan melakukan studi lebih rinci tentang anatomi cacing R. multicaudata.

“Penelitian kami memecahkan beberapa teka-teki tentang hewan aneh ini sejak pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-19,” kata Maite Aguado, ahli biologi evolusi dari University of Göttingen di Jerman. “Namun, jalan masing panjang untuk memahami sepenuhnya bagaimana hewan-hewan menakjubkan ini hidup di alam liar.”

Cacing teraneh di dunia hidup menempel di spons laut. Journal of Morphology/Glasby Foto: Journal of Morphology/Glasby

Diterbitkan dalam Journal of Morphology, R. multicaudata disebut-sebut sebagai perwujudan introversi. Ia hidup secara simbiosis atau hidup terikat dengan spons laut di kedalaman 20 meter di perairan lepas pantai utara Australia. Kepalanya terkubur di dalam spons yang ia jadikan tempat tinggal.

Saat mereka tumbuh, tubuh akan bercabang dengan diameter sekitar 1 milimeter, memanjang di sepanjang saluran spons sehingga menciptakan penampilan berpola. Cacing ini sangat rapuh dan mudah pecah sehingga sangat sulit dipelajari.

Kendati demikian, berkat kerja keras dan teknik penelitian tertentu, ahli biologi berhasil mempelajari seluk beluk anatomi R. multicaudata. Peneliti menyebut ketika cacing R. multicaudata membelah dan bercabang, organ dalam seperti saluran pencernaan juga akan ikut terbelah, usus kemudian akan mengalir melalui cabang-cabang baru.

Dengan kata lain, di mana pun R. multicaudata membelah diri dan menciptakan cabang baru, maka organ akan terbelah dan terbentuk dalam cabang baru tersebut. Yang menarik, keanehan ini belum pernah terlihat di struktur anatomi hewan lain–yang oleh para peneliti disebut jembatan otot.

Wajah Ramisyllis multicaudata tampak di bagian pojok kiri. Ponz-Segrelles & Glasby Foto: Ponz-Segrelles & Glasby

Jembatan otot juga menjadi bukti bahwa cacing membelah saat ia dewasa bukan remaja dan dapat digunakan untuk melacak cabang mana yang asli dan terbelah.

Saat cacing bereproduksi, ia akan menggunakan cabang untuk melakukannya. Ujung cabang terbentuk dengan gamet yang disebut Stolon. Stolon kemudian terlepas dari induk cacing untuk berkerumun dan berproduksi dengan stolon lain sebelum mereka mati, sementara induk akan tetap hidup.

Peneliti memastikan bahwa stolon ini mengembangkan otak dan mata saat mereka masih menempel pada induk cacing. Kemudian ketika stolon melepaskan dirinya, ia sepenuhnya bisa hidup mandiri, siap untuk berenang dan berkembang biak. Namun ada satu pertanyaan yang belum terpecahkan, ihwal bagaimana mereka bisa mencari makan sedangkan kepalanya terbenam di dalam spons? Dan apa yang mereka makan?

“Studi ini telah menyimpulkan bahwa usus hewan-hewan ini dapat berfungsi, namun tidak ada jejak makanan yang pernah terlihat di dalamnya sehingga masih menjadi misteri bagaimana mereka dapat memberi makan tubuh bercabang besar mereka,” ujar Aguado.

“Pertanyaan lain yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana sirkulasi darah dan impuls saraf dipengaruhi oleh cabang-cabang tubuh.”

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban