Ini Daftar PO Bus yang Tetap Beroperasi di Masa Larangan Mudik Lebaran 2021, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
9

Sejumlah bus terparkir di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik selama libur Lebaran Idul Fitri mulai 6 hingga 17 Mei 2021. Dalam kurun waktu larangan tersebut, sejumlah moda transportasi dipastikan dibatasi operasionalnya, tak terkecuali layanan bus AKAP atau antar kota antar provinsi.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan hanya ada beberapa perusahaan otobus yang diberikan izin beroperasi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan keperluan mendesak perjalanan ke luar kota.

Seluruh perusahaan otobus yang mendapatkan izin beroperasi, telah dilengkapi dengan stiker khusus pada bagian kaca depannya dan hanya melayani keberangkatan untuk warga Ibu Kota dari Terminal Pulo Gebang dan Terminal Kalideres.

“Kami tegaskan bahwa bus dengan stiker khusus ini bukan melayani pemudik, tapi masyarakat yang melakukan perjalanan selain mudik dan telah memenuhi syarat serta ketentuan sesuai peraturan dari Satgas dan Kemenhub,” jelas Budi Setiadi, dalam pernyataan resminya, Senin (3/5/2021).

Diberikannya stiker khusus tersebut, lanjut Budi, bertujuan memudahkan petugas di lapangan dalam mengidentifikasi PO bus mana saja yang memang boleh beroperasi dan tidak boleh beroperasi.

BACA JUGA

Jurus Ampuh Anti Mundur Belajar Mobil Manual di Tanjakan

Mau ke Bali Saat Larangan Mudik, Wajib Bawa Ini

Foto: Mengintip Kemewahan Mercedes-Benz S-Class Generasi Terbaru

Adapun bus AKAP yang boleh beroperasi dan telah mendapatkan stiker khusus, yakni sebanyak 87 perusahaan otobus. Berikut lengkapnya:

Bhinneka Sangkuriang Transport

Bhinneka Putra Jaya

Gunung Harta Transport Solutions

Maju Lancar Prima

Putri Luragung Shahira

SAN Putera Sejahtera

Pahala Kencana

Anugerah Mas

Gaya Utama Jaya

Putra Pelita Jaya Jepara

Sedya Mulya Samya

HS Budiman 45

Indo Transport Abdimas

Garuda Mas Putera Esa

Garuda Mas Karya Jaya

Citra Sekar Harum

Safari Dharma Sakti

Blue Star Karsa Unggul

Perum Damri Cabang Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

Nusantara Transindo

Perusahaan Otobus Nusantara

Sindoro Satriamas

Citra Adi Lancar

Haryanto Motor Indonesia

Sumber Alam Ekspress

Bhaladika Jaya Perkasa

Harapan Jaya Prima

Sinar Dempo Bangun Persada

Bintang Luragung Asri

Harapan Jaya Prima Cabang Jakarta

Putra Luragung Sakti

Rafflesia Putra Prima

Efisiensi Putra Utama

Eka Sari Lorena Transport

Ryanta Mitra Karina

Putra Pelangi Perkasa

Armada Bumi Minang

Murni Anugerah Jaya Usaha

Sari Gede Putra Bangsa

Sinar Jaya Megah Langgeng

Dewi Sri

Sinar Jaya Megah Langgeng Cabang Bekasi

Bongkotan Jati Utama

Laju Prima

Sinar Jaya Megah Langgeng Cabang Karanganyar

Kramat Djati Asri Sejati

Krui Putra Perdana

KYM Bersatu Anugerah Bersama

Garuda Mas Putera Esa Cabang Jakarta

Indo Transport Abdimas

Perum Damri

Dedy Jaya Lambang Perkasa

Putri Jaya Baru

Arimbi Jaya Agung

Bima Suci Jaya Agung

Warga Baru Expres

Bhinneka Sangkuriang Transport Cabang CIrebon

Sari Mustika Jaya

Bintang Estu Terang

Global Anugerah Mandiri

Telaga Indah Armada

Jaya Murni Sejahtera

Rosalia Indah Transport

Walet Biru Transport

Sudiro Tungga Jaya

Naikilah Perusahaan Minang

Tunas Muda Transportation

Bintang Sempati Star

Terang Fajar Transportindo

Dewi Sri

Selamat Sugeng Rahayu

Multi Trans Mutiara

Medan Jaya Simalem

Kemenangan Tjipto GM

Dieng Indah

Dwi Raya Laksana

Hiba Utama

Setia Negara Cabang Kuningan

Setia Negara Cabang Jakarta

Hidup Baru Putra

Hiba Prima Sejahtera

Murni Anugerah Jaya Cabang Jakarta

Putri Jaya Sejahtera

Asli Prima Inti Karya

Medal Sekarwangi

Gunung Mulia Putera

Cahaya Wisata Transportasi

Sejumlah armada bus di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Selain 87 perusahaan otobus di atas, masih ada beberapa PO bus lainnya yang juga mendapatkan izin operasional dan stiker khusus.

“Sebagian lain masih ada, itu yang kami kirim langsung stikernya. Jadi makanya enggak ada di daftar (di atas),” kata Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, kepada kumparan, Rabu (5/5/2021).

Karena itu, bagi perusahaan otobus yang tidak memiliki izin operasional berupa stiker khusus dipastikan tidak boleh beroperasi selama masa larangan mudik. Apabila terbukti nekat masih beroperasi, maka berbagai sanksi pun telah disiapkan oleh Kemenhub.

“Pastinya ada (sanksi), telah kami siapkan sanksi administrasinya,” beber Budi.

Calon penumpang berjalan menuju bus di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (20/4/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Sementara itu, bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mendesak ke luar kota, diharuskan memenuhi beberapa kriteria serta persyaratan sesuai Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Ada 2 kriteria yang membuat seseorang diperbolehkan melakukan perjalanan mendesak ke luar kota. Berikut lengkapnya:

Perjalanan dinas ASN, BUMN, BUMD, TNI, Polri, dan karyawan swasta yang wajib disertai surat izin dinas bertanda tangan pimpinan lembaga atau perusahaan

Perjalanan kunjungan keluarga yang mengalami sakit keras atau meninggal dunia dan wajib disertai surat keterangan dari rumah sakit terkait serta surat izin perjalanan dari kelurahan atau kepala Satgas COVID-19.

Selain wajib membawa beberapa surat izin perjalanan, masyarakat yang hendak menggunakan bus AKAP juga diharuskan menyertakan surat negatif COVID-19 berdasarkan hasil swab PCR, antigen, atau GeNose yang berlaku 1×24 jam.

***

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban