Ini Cara Mengenalkan Nilai Keluarga pada Anak, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
5

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Ada tanggung jawab besar untuk mendidik anak dan membentuk karakternya sebagai fondasi hidup mereka kelak. Orang tua merupakan guru utama bagi anak, dengan keluarga sebagai tempat pertama anak untuk belajar mengenal nilai-nilai keluarga, mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah.

Namun, Anda bingung harus mulai dari mana ketika ingin mengajarkan nilai-nilai tersebut pada anak. Sebelum membahas mengenai nilai-nilai keluarga yang akan Anda ajarkan pada anak, mari cari tahu dahulu tentang apa itu nilai keluarga.

Baca: Mengapa Memiliki Nilai Keluarga itu Penting

Nilai keluarga (family values) merupakan prinsip moral dan etika yang dijunjung tinggi dan menjadi dasar berperilaku anggota keluarga. Nilai-nilai keluarga melibatkan semua gagasan tentang bagaimana Anda dan pasangan ingin menjalani kehidupan keluarga, mengenai apa yang penting dan tidak penting, yang baik dan buruk, yang benar dan salah. Seringkali, nilai keluarga diturunkan dari generasi sebelumnya. Masing-masing pasangan suami istri memiliki nilai keluarga yang dibawa dari keluarganya masing-masing dan nilai itulah yang mereka ajarkan pada anak.

Sayangnya, nilai keluarga biasanya “terlewat” untuk dibicarakan sebelum menikah. Bahkan, nilai keluarga juga jarang didiskusikan secara langsung oleh suami istri. Sebagian besar orang tua berasumsi bahwa anak akan mengembangkan nilai-nilai hidupnya secara otomatis. Namun, dengan perkembangan tahap keluarga, pembicaraan nilai keluarga ini biasanya baru muncul saat hadirnya sang buah hati.

Bagaimana membangun nilai-nilai keluarga yang kuat dan mengajarkannya pada anak?

1. Ketahui nilai-nilai apa yang penting dan ingin diwariskan pada anak

Fokus pada karakter apa yang Anda ingin anak miliki dan buatlah daftar nilai keluarga singkat yang dapat diingat bersama.

Baca: Melihat Karakter Anak Berdasar Urutan Lahir

2. Temukan cara untuk mendiskusikannya dalam kehidupan sehari-hari

Mengingat anak memiliki cara belajar yang berbeda-beda, Anda perlu kreatif untuk mencari cara mengenalkan anak pada nilai-nilai keluarga. Waktu bersama keluarga adalah waktu yang tepat untuk dapat saling berbagi cerita dan mengenalkan nilai-nilai keluarga pada anak. Ceritakan pengalaman Anda dan pasangan dalam mempraktikan nilai kejujuran, kesopanan, kebaikan, maupun agama. Ajak anak berdiskusi mana yang baik dan buruk ataupun apa yang sebaiknya dilakukan. Hal ini akan merangsang Ananda untuk mengembangkan nilai keluarga yang menjadi prinsipnya dalam bertingkah laku.

3. Gunakan aktivitas dan pola asuh yang positif untuk memperkuat nilai

Pola asuh merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai keluarga. Apabila Anda ingin mengajarkan nilai kemandirian, beri kesempatan anak untuk melakukan aktivitas yang mengasah kemandiriannya seperti memilih baju sendiri, memilih kegiatan yang disukainya, ataupun memberi kesempatan untuk mengatur keuangannya sendiri. Sesuaikan dengan usia dan kemampuannya.

4. Apresiasi setiap usahanya

Berikan pujian atas pencapaian buah hati ketika berusaha mempraktikan nilai keluarga dan bimbinglah anak menumbuhkan karakternya secara konsisten.

5. Jadilah contoh bagi anak

Anak adalah peniru ulung. Mereka lebih mudah mengikuti jika orang tua mewujudkan nilai-nilai keluarga dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar diskusi dan nasehat.

Apa saja contoh nilai keluarga?

Jika Anda belum memiliki bayangan seperti apa bentuk nilai keluarga, contoh di bawah ini bisa memberi gambaran yang lebih rinci.

Nilai sosial

Terkait dengan kedamaian, keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan membuat lingkungan menjadi lebih baik.

• Tidak menyakiti orang lain dan membela orang yang lemah

• Bersikap hormat dan sopan dalam berinteraksi

• Berkontribusi secara sukarela di lingkungan

• Bersikap murah hati

Nilai religius

Berpusat pada harapan yang dimiliki orang tentang diri mereka sendiri dan orang lain berdasarkan keyakinan mereka. Meskipun setiap agama memiliki keyakinannya masing-masing, ada nilai-nilai umum yang cenderung dianut oleh banyak agama.

• Menunjukkan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan

• Memperlakukan orang lain sebagaimana seseorang ingin diperlakukan

• Terus menerus belajar dan berkembang baik secara spiritual maupun intelektual

• Rendah hati

• Bersikap hormat dan tanpa kekerasan

Nilai moral

Adalah nilai pribadi Anda tentang apa yang menurut Anda benar dan salah. Nilai-nilai moral memberikan fondasi dari mana Anda membuat keputusan.

• Jujur dan dapat dipercaya

• Berani

• Tidak pernah menyerah

• Sabar

• Mengambil tanggung jawab pribadi

Nilai rekreasi

Mengacu pada segala sesuatu yang melibatkan kesenangan dan permainan. Rekreasi penting dalam keluarga karena menumbuhkan kedekatan dalam keluarga, kesempatan belajar, menciptakan ingatan, meningkatkan keterampilan sosial, dan mengembangkan empati.

• Menyediakan waktu bermain bersama anggota keluarga

• Mengizinkan dan mendorong setiap anggota keluarga untuk mengejar minat

• Mengambil liburan bersama

• Menghabiskan waktu bersama di luar waktu bermain

Nah, kini keputusan mengenai nilai apa yang dianggap penting kembali lagi pada Anda. Jangan lupa, praktikkan nilai keluarga secara konsisten, ya!

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Skata dan Komunitas Kejora (Kesehatan untuk Junior Indonesia).

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban