H-1 Jelang Larangan Mudik, Tol Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
14

Tol Trans Sumatera saat Lebaran 2020 Foto: Dok Hutama Karya

H-1 jelang larangan mudik Lebaran 2021 diberlakukan, arus lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera terpantau mulai dipadati oleh mobil pribadi, bus maupun truk pengangkut logistik.

Berdasarkan pantauan di Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Selasa (4/5) malam, kendaraan roda empat yang menuju Sumatera, baik bus, mobil pribadi, dan truk logistik mulai ramai. Namun tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.

“Dilihat dari kondisinya peningkatan kendaraan menuju Sumatera yang masuk melalui Gerbang Tol Bakauheni mulai terjadi, dibandingkan hari biasa,” kata salah satu penjaga Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Roy dikutip dari Antara, Rabu (5/5).

Polisi menggelar razia kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera diminta putar balik di Tol Merak. Foto: Dok. Istimewa

Roy menambahkan, peningkatan arus lalu lintas itu tidak sebanyak pada Senin (3/5), yang mencapai 30 persen dari hari biasanya.

“Meski begitu, peningkatan volume kendaraan ini tidak sampai membuat kemacetan panjang di Gerbang Tol Bakauheni Selatan,” kata Roy.

Sementara petugas KA Induk 01 Bakauheni dari Satuan PJR Ditlantas Polda Lampung AKP Hadly Nasution mengatakan, peningkatan volume kendaraan ini masih terbilang wajar atau terkendali.

“Kalau pantauan kami peningkatan volume kendaraan masih didominasi oleh kendaraan pribadi,” kata Hadly.

Pihaknya bersama instansi terkait telah membentuk posko penyekatan di Gerbang Tol Bakauheni guna mengantisipasi adanya pemudik yang masih nekat melakukan perjalanan.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu selama pelarangan mudik, Hadly menyebut masih ada masyarakat yang nekat melakukan mudik dengan berbagai upaya.

“Macam-macam modusnya, tahun lalu ada yang menumpang di mobil ekspedisi atau truk untuk bisa lolos pengawasan, ini benar-benar harus kita antisipasi dan kalau ketahuan mereka tetap akan diputar balik,” ucap Hadly.

Ia menegaskan, bahwa yang boleh melakukan perjalanan hanya orang sakit dan mau melahirkan, pegawai negeri sipil, serta TNI/Polri yang memiliki surat dinas. Selain itu. sudah pasti akan diputar balik.

“Orang melahirkan dan sakit pun yang boleh menemani hanya dua orang saja di dalam kendaraan,” kata dia.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban