Fabio Capello ‘Tampar’ AS Roma Usai Tunjuk Jose Mourinho sebagai Pelatih, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
7

Jose Mourinho. Foto: AFP/Christof Stache

AS Roma dan para pendukungnya boleh saja antusias karena Jose Mourinho akan membesut tim utama Giallorossi mulai musim depan. Akan tetapi, Fabio Capello langsung memberi ‘tamparan’ yang menyadarkan.

Sebab, jika AS Roma berpikir bahwa dengan merekrut Mourinho saja sudah cukup untuk menghadirkan trofi juara, Capello tak sepakat. Untuk menghadirkan prestasi, ‘Tim Serigala Ibu Kota’ harus mendukung The Special One dengan pemain-pemain oke.

“Tidak cukup hanya merekrut pelatih hebat untuk menang. Anda juga membutuhkan para pemain,” kata Capello kepada La Presse, dikutip dari Football Italia.

“Dia pelatih yang sangat berwibawa dan berpengalaman. Dan yang terpenting, dia adalah pelatih yang sangat mengenal Italia. Jadi, semuanya [seharusnya] jauh lebih mudah,” lanjutnya.

Fabio Capello, pelatih AS Roma selama 1999–2004. Foto: Satish Kumar/REUTERS

Untuk diketahui, Fabio Capello pernah melatih AS Roma selama 1999–2004. Pria kelahiran 18 Juni 1946 itu adalah nakhoda terakhir yang mampu mempersembahkan scudetto Liga Itali untuk klub yang didirikan pada 1927 itu.

Jadi, AS Roma merengkuh gelar juara Liga Italia mereka atau yang ketiga sepanjang sejarah klub adalah di musim 2000/01. Kala itu, skuad Roma begitu kuat, terutama dengan mengandalkan trio Francesco Totti, Vincenzo Montella, Gabriel Batistuta.

Selain itu, Capello juga mempersembahkan trofi Supercoppa Italiana 2001 untuk AS Roma. Namun, situasi Roma di eranya dan di era sekarang jelas berbeda.

Trofi bergengsi terakhir yang dinikmati rival abadi Lazio itu adalah Coppa Italia di musim 2007/08. Total, AS Roma mengoleksi 9 piala kompetisi tersebut, kedua terbanyak setelah Juventus (13).

Pertandingan antara AS Roma vs Udinese di Stadio Olimpico, Roma, Italia. Foto: Alberto Lingria/Reuters

Kemudian, AS Roma selalu finis di luar empat besar dalam dua musim sebelumnya dan akan begitu juga di musim 2020/21. Untuk sementara (34 laga), mereka kini bertengger di urutan 7 klasemen Liga Italia.

Sudah begitu, banyak pemain uzur di skuad AS Roma sekarang. Setidaknya, mereka punya 5 pemain andalan yang berusia di atas 30 tahun: Henrikh Mkhitaryan (32), Edin Dzeko (35), Pedro Rodriguez (33), Federico Fazio (34), Javier Pastore (31), Bruno Peres (31).

AS Roma juga bukan klub dengan finansial tajir-melintir. Jadi, Jose Mourinho jelas akan mendapat tantangan berarti membesut klub berlogo gambar serigala ini.

“AS Roma adalah kotak yang sulit, tetapi dia meninggikan dirinya sendiri dalam kesulitan. Saya berharap untuk fans Roma bahwa dia (Jose Mourinho) melakukan sebaik yang dia lakukan di Inter,” tandas Capello.

Jose Mourinho pernah membesut Inter Milan selama 2008-2010. Dalam dua musim, pelatih kelahiran Setubal itu menghadiahi dua scudetto Liga Italia, satu trofi Coppa Italia, satu trofi Supercoppa Italiana, dan satu trofi Liga Champions.

***

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban