5 Pemain AS Roma yang Terancam Angkat Koper di Era Jose Mourinho, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
6

Henrikh Mkhitaryan dan Jose Mourinho. Foto: Paul ELLIS / AFP

Kedatangan Jose Mourinho ke AS Roma bak pisau bermata dua. Kehadirannya bisa berarti berkah bagi klub dan fans, tetapi juga bencana bagi sebagian pemain.

Mourinho adalah pelatih yang saklek. Ia memiliki standar dan preferensi sendiri terkait jenis pemain yang bisa masuk dalam pasukan bentukannya di AS Roma nanti.

Jadi, bukan tak mungkin, ada beberapa nama yang terancam angkat koper pada musim panas nanti karena tak sesuai dengan taktik Mourinho. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka yang berpotensi dibuang merupakan pemain andalan AS Roma saat ini.

Siapa saja mereka? kumparan coba membuat prediksi 5 pemain AS Roma yang terancam angkat koper di era Jose Mourinho. Silakan disimak.

1) Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan. Foto: AFP/Andreas Solaro

Henrikh Mkhitaryan adalah salah satu mantan anak buah Jose Mourinho di Manchester United (MU). Ia direkrut dari Borussia Dortmund pada Juli 2016 atau kurang lebih dua bulan usai The Special One resmi membesut ‘Setan Merah’.

Diharapkan menjadi andalan, winger asal Armenia itu malah tak bisa ‘nyetel’ dengan taktik MU besutan Mourinho. Akibatnya, pada Januari 2018, Mkhitaryan menjadi korban tukar guling. Ia ‘dibuang’ ke Arsenal dan digantikan oleh Alexis Sanchez.

Per Transfermarkt, Mkhitaryan sudah 68 kali membela AS Roma dengan catatan 20 gol dan 17 assist sejak 2019 hingga stori ini naik, Selasa (4/5/2021). Memang, dia moncer di Italia, tetapi usianya kini sudah 32 tahun dan bisa jadi bakal dilego Mourinho.

2) Chris Smalling

Pemain AS Roma Chris Smalling berebut bola dengan pemain Hellas Verona pada pertandingan lanjutan Serie A Italia di Stadio Olimpico, Roma, Italia. Foto: Alberto Lingria/REUTERS

Chris Smalling sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Akan tetapi, ada pengalaman kurang enak dirinya dengan Jose Mourinho semasa di MU.

Pada 2016, menurut The Athletic, Mourinho pernah mempertanyakan keberanian Smalling bermain melawan rasa sakit. Kemudian, diketahui bahwa Smalling menderita patah tulang ganda di jari kakinya.

Masalah Smalling adalah kerentanannya mengalami cedera. Selama membela AS Roma, bek yang kini berusia 31 tahun itu pun kerap absen karena cedera dan Mourinho dikenal sebagai pelatih yang kurang suka dengan pemain injury-prone.

3) Davide Santon

Cristiano Ronaldo (kanan) melepaskan tembakan, sementara Davide Santon (kiri) berusaha mengadang. Foto: Marco Bertorello/AFP

Eks anak buah Jose Mourinho yang terancam dibuang bukan cuma Mkhitaryan dan Smalling, tetapi juga Davide Santon. Bek asal Italia ini pernah menjadi bagian skuad juara Inter (2008-2010) bersama Mourinho.

Bahkan, Mourinho-lah yang turut andil mengorbitkan Santon yang dulu adalah seorang wonderkid itu. Namun setelahnya, perjalanan karier Santon tidaklah begitu ‘wah’.

Sepanjang musim 2020/21 pun Santon tercatat baru enam kali turun lagai di Liga Italia. Di bawah Paulo Fonseca saja bek 30 tahun itu sudah tak terpakai, apalagi saat ditangani Mourinho nanti. Namun, lain cerita jika nanti The Special One bisa ‘menyulapnya’ jadi bek tangguh.

4) Pedro Rodriguez

Pedro Rodriguez Jadi Milik Roma. Foto: Twitter/@asromaEN

Pedro Rodriguez sudah melewati masa keemasannya. Pada musim 2020/21, sejauh ini, winger yang diboyong dari Chelsea itu telah mencetak 5 gol dan 6 assist dari 35 laga lintas ajang.

Akan tetapi, Jose Mourinho boleh jadi akan lebih suka menarik pulang Justin Kluivert yang kini sedang dipinjamkan ke RB Leipzig. Ia butuh winger yang muda dan cepat sebagai modal taktik serangan balik yang selama ini menjadi andalannya.

5) Javier Pastore

Javier Pastore (kanan) bersama Kostas Manolas yang kala itu masih membela AS Roma. Foto: Andreas SOLARO / AFP

Sama seperti Pedro, Javier Pastore juga sudah melewati masa emasnya. Terlebih, sang gelandang juga repot berkutat dengan cedera sejak 2018.

Transfermarkt mencatat bahwa pada musim pertamanya membela AS Roma (2018/19), Pastore total harus menepi selama 96 hari karena cedera betis. Musim-musim berikutnya lebih parah bagi si gelandang Argentina.

Pastore menderita patah pergelangan kaki di musim 2019/20. Itu terjadi sebanyak dua kali, yang pertama membuatnya harus menepi 63 hari (23 November 2019-25 Januari 2020) dan yang kedua memaksanya beristirahat sampai 90 hari (11 Februari-11 Maret 2020).

Pada musim 2020/21, Pastore mengawalinya dengan absen selama 172 hari (11 Agustus 2020-30 Januari 2021) akibat operasi terkait cedera itu. Total, ia baru turun tiga kali di Liga Italia musim ini.

***

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban