Survei Indikator: 20,8% Masyarakat Kemungkinan Besar Akan Tetap Mudik, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
16

Ilustrasi arus mudik di stasiun KA Foto: Hafidz Mubarak A./ANTARA

Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei bertajuk persepsi ekonomi dan politik jelang lebaran, salah satunya terkait mudik Lebaran 2021.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan 17,9 persen responden menyatakan kemungkinan besar akan mudik Lebaran tahun ini. Sementara, 2,9 persen responden menyatakan sangat besar kemungkinan mudik, meski dilarang pada 6-17 Mei.

“Terdapat, 20,8% yang mengaku masih besar kemungkinan untuk mudik (pulang kampung), berkunjung kepada sanak saudara, atau pergi ke tempat wisata tahun ini,” kata Burhanuddin, Selasa (4/5).

Sementara itu, 38,6 responden menyebut kecil kemungkinan untuk mudik dan 34,2 persen mengaku sangat kecil kemungkinan pulang ke kampung halaman

Keinginan untuk mudik itu, tak lepas dari tradisi setiap tahunnya yang dilakukan sebelum adanya virus corona. Burhanuddin menjelaskan 37,2 persen masyarakat terbiasa mudik sebelum adanya corona. Sementara itu, 62,4 responden mengaku sudah biasa tidak mudik.

“Sekitar, 37.2%, sebelum ada wabah virus corona (COVID-19) biasanya melakukan tradisi mudik (pulang kampung) lebaran,” jelas dia.

Ilustrasi mudik. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Terkait kebijakan larangan mudik, ia menyebut 45,8 persen responden setuju. Sementara, 28,0 persen tidak setuju dan 23,0 persen responden tak memiliki sikap terkait kebijakan tersebut.

Alasan responden setuju mudik dilarang yakni mengurangi penyebaran COVID-19, agar pandemi segera berakhir, dan mematuhi aturan pemerintah.

Di sisi lain, responden yang tak setuju lantaran ingin berkunjung ke rumah keluarga, rindu keluarga, dan bisa menggunakan protokol kesehatan.

Survei dilakukan pada kurun waktu 13-17 April dengan menggunakan responden sebanyak 1.200 yang dipilih secara acak. Metode penelitian menggunakan wawancara melalui sambungan telepon.

Tingkat kepercayaan hasil survei sebesar 95 persen dengan margin eror sekitar 2,9 persen.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban