Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Banda Aceh, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
9

Personel Polsek Kuta Alam bersama tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh, menangkap enam orang pelaku pencurian spesialis rumah kosong. Foto: Polresta Banda Aceh

Personel Polsek Kuta Alam bersama tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh, menangkap 6 pelaku pencurian spesialis rumah kosong.

Para komplotan pencurian ini ditangkap petugas Selasa (4/5) dini hari. Mereka diamankan petugas di lokasi berbeda di wilayah kota Banda Aceh.

Keenam pelaku pencurian tersebut ialah MS (41), MU (29) ES (40) warga Lambaro Skep, Banda Aceh. Tiga lainnya ialah ZU (32) warga Neuheun, serta SU (45) dan Dodi (39) warga Sumatera Utara sebagai penadah.

Kasatreskrim, AKP M Ryan Citra Yudha, mengatakan penangkapan terhadap komplotan dilakukan berdasarkan laporan korban bernama Brury Apriadi Husaini (35).

“Berdasarkan laporan korban, kawanan pelaku melakukan aksinya diketahui pada tanggal pada 26 April lalu saat rumah korban dalam keadaan kosong. Adanya aksi pencurian itu diketahui korban saat memasuki rumahnya melihat kondisi rumah dalam keadaan berantakan dan sejumlah barang berharga miliknya telah raib diambil oleh maling,” kata Ryan kepada wartawan, Selasa (4/5).

Menurut keterangan korban, pelaku masuk ke dalam rumah lewat jendela. Hal itu diketahui lantaran kondisi jendela rusak akibat dicongkel yang diduga menggunakan obeng.

Ilustrasi Pencuri. Foto: Pixabay

“Setelah dilakukan pendataan terhadap barang berharga milik korban yang hilang di antaranya satu unit kendaraan roda dua jenis Yamaha Nmax, satu unit Ipad merk Apple, satu unit HP merk Samsung, satu unit kamera merk Go Pro, dan satu unit sepeda lipat,” tutur Ryan.

Pascakejadian korban langsung melaporkan kasus itu ke Polsek Kuta Alam dengan bukti laporan polisi nomor: LPB/ 55 / IV /Yan. 2.5/2021/SPKT Polsek Kuta Alam pada Senin, 26 April 2021 sekira pukul 11.30 WIB.

Setelah menerima laporan itu, Satreskrim Polresta Banda Aceh langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya Tim Rimueng berhasil menangkap kawanan pelaku di tempat yang berbeda.

Awalnya tim Rimueng melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dari masyarakat soal pelaku berada di Gampong Lamteh, Peukan Bada, Aceh Besar. Selanjutnya, petugas menuju ke lokasi dan mengamankan pelaku MS beserta ZU.

“Hasil interogasi, keduanya mengakui bahwa benar yang melakukan pencurian tersebut,” sebutnya.

“Untuk barang bukti sebagian masih pelaku simpan di rumah pelaku ZU yang berada di Gampong Ajun, Peukana Bada, Aceh Besar. Dan Polisi pun terus bergerak ke lokasi rumah pelaku ZU dengan menyita barang bukti di antaranya satu sepeda lipat, satu unit Ipad jenis Apple, satu unit kamera merk Go Pro dan satu unit motor Yamaha Nmax warna Putih,” tambahnya.

Penangkapan (ilustrasi). Foto: Antara/Idhad Zakaria

Dari hasil penangkapan MS dan ZU, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap 4 pelaku lainnya berserta barang bukti hasil curian.

Lebih lanjut, kata Ryan, pengakuan para pelaku mereka telah beberapa kali berhasil membongkar atau mencuri di rumah kosong lainnya. Kemudian hasil curian itu mereka bagi-bagi sesuai dengan perannya masing-masing.

“Komplotan ini sebelum melakukan aksinya sudah merencanakan terlebih dahulu dan menargetkan rumah yang kosong dan mereka masing-masing memiliki peran berbeda, yaitu satu orang masuk ke rumah dengan mencongkel jendela menggunakan obeng, kemudian dua pelaku lain memantau keadaan lingkungan sekitar rumah agar jangan sampai ada yang mengetahui aksi mereka. Kemudian ada satu pelaku lainnya turut membantu mengamankan barang – barang yang dicuri. Saat barang tersebut sudah dikeluarkan dari rumah serta yang terakhir peran penadah untuk menampung Handphone Samsung curian,” jelas Ryan.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban