Pandemi Belum Berlalu, Varian Corona India dan Afsel Mengancam, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
9

Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan

Pandemi corona di dunia, termasuk Indonesia, belum berakhir. Belakangan kasus mulai agak sedikit naik lagi, meski di sisi lain kesembuhan juga meningkat.

Masyarakat dan pemerintah harus terus ‘marathon’ menahan diri dan disiplin dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, makan makanan sehat plus olahraga, serta mencuci tangan.

Namun, jelang Lebaran, sebagian masyarakat mungkin mulai ‘tetlupa’. Kerumunan terjadi di mana-mana, pasar, tempat wisata, jalanan mulai macet, dan sebagainya.

Hal ini sudah diwanti-wanti para ahli. Semua harus tetap menahan diri sampai pandemi benar-benar berlalu.

Di tengah perjuangan berat itu, masyarakat Indonesia harus lebih mawas diri. Sebab varian corona baru yang dianggap peneliti dan WHO lebih ‘berbahaya’ sudah terdeteksi di negeri ini.

Waspada Varian India dan Afrika Selatan

Mereka adalah varian B1351 Afrika Selatan dan varian B1617.2 dan B1617.3 dari India.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan mutasi corona India dan Afrika Selatan itu benar-benar harus diwaspadai.

“Mutasi-mutasi ini masuk varian of concern sangat diperhatikan WHO karena penularannya relatif lebih tinggi,” kata Budi dalam jumpa pers virtual, Senin (3/5).

Varian corona India sudah ditemukan 2 kasus di DKI Jakarta. Sementara varian corona Afrika Selatan dideteksi di Bali.

“Ini harus kita jaga, mumpung masih sedikit. Mereka pasti akan menyebar karena penularan relatif lebih tinggi,” jelas Budi.

Budi mengingatkan bahwa protokol kesehatan harus semakin diperketat. Apalagi varian Afsel dan India diduga kuat bisa menjangkau antibodi dari mereka yang sudah pernah terpapar.

“Adalah tugas kita bersama untuk melakukan isolasi yang kena [corona] dan disiplin melakukan testing dan tracing untuk kontak erat daerah sekitar,” imbau Budi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOSatu lagi yang paling penting 3M. Apa pun virusnya kalau kita disiplin prokes insyaallah penularan tidak terjadi. Itulah sebabnya prokes itu dijalankan di mana pun kita berada.-Menkes Budi Gunadi

Varian corona India diduga kuat menjadi pemicu lonjakan kasus di India. Selain tentunya faktor masyarakat India yang mulai abai prokes.

Sementara varian Afsel disebut peneliti bisa mengurangi efektivitas vaksin sampai 10 persen.

Bagaimana cara mencegahnya?

Warga yang menggunakan masker melintasi mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Ahli biomolekuler sekaligus Kelapa LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio menyebut tak ada yang berbeda harus dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan 2 varian ini.

“Kalau kita di luar yang di lingkungan kita enggak tahu virus yang ada di situ varian mana aja, itu baru ketahuan di laboratorium. Jadi apa yang harus dilakukan masyarakat itu sama, di mana pun kita cukup menerapkan protokol kesehatan yang sama,” kata Prof Amin saat dihubungi terpisah.

Ia menekankan, apabila saat ini varian baru ditemukan di Jakarta dan Bali, bukan berarti daerah lain santai-santai. Semua harus waspada meredam penularan.

“Misalnya ditemukan kasus di Jakarta Timur misalnya terus orang-orang di Jakarta Timur menerapkan semuanya sedangkan daerah yang lainnya enggak merasa wah ini kan daerahnya enggak ada virus jadi kita enggak papa. Tidak demikian. Jadi semua virus harus dilakukan sama prokesnya,” tutup dia.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban