Menghitung Berapa Gram Sianida yang Dipakai Tersangka Sate Beracun di Bantul, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
11

Polisi menunjukkan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Nani Aprialliani Nurjaman (25), tersangka pengirim sate beracun di Bantul, terbukti menggunakan sianida dalam menjalankan aksinya. Racun tersebutlah yang kemudian menewaskan N (10), anak seorang pengemudi ojol di Bantul, yang memakan sate maut itu ketika dibawa pulang ke rumah oleh sang ayah Bandiman (47).

Direskrimum Polda DIY Burkan Rudy Satria menjelaskan, racun yang digunakan Nani di dalam sate ayam maut kirimannya adalah kalium sianida. Racun tersebut dibeli dari aplikasi e-commerce sejak tiga bulan lalu dengan jumlah 250 gram.

“Dari hasil lab yang digunakan untuk menabur meracun dalam makanan berupa kalium sianida atau KCN,” kata Burkan di Polres Bantul, Senin (3/4).

“Takarannya (kalium sianida yang dipakai) baru kita dalami, pengakuan NA satu sendok.”

Bandiman (47) ayah dari N (10), bocah yang tewas usai makan bumbu sate beracun. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kasus sate beracun di Bantul ini sempat menghebohkan publik pada akhir bulan lalu.

Kasus ini bermula ketika Nani meminta Bandiman, yang saat itu sedang mangkal di Stadion Mandala Krida, untuk mengirim sate ayam kepada seseorang bernama Tomy pada 25 April 2021. Tanpa memperkenalkan dirinya, Nani hanya berpesan kepada Bandiman untuk menyebut bahwa sate ayam itu dikirim oleh “Hamid dari Pakualaman”.

Sesampai di lokasi, Tomy ternyata sedang berada di luar kota. Istri Tomy tidak mau menerima kiriman makanan tersebut lantaran merasa tidak tahu siapa pengirimnya. Tomy pun ketika dihubungi mengaku tidak kenal dengan sang pengirim.

Istri Tomy menganjurkan takjil dibawa pulang saja oleh pengemudi ojol. Bandiman pulang dan sate disantap keluarga. N, anak kedua Bandiman, kolaps ketika memakan bumbu sate. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong.

Apa itu sianida?

Sianida adalah salah satu racun paling terkenal di dunia. Racun ini kerap muncul di novel mata-mata hingga misteri pembunuhan. Ia punya reputasi menyebabkan kematian yang hampir seketika kepada orang yang mengkonsumsinya.

Sianida merupakan istilah yang mengacu pada bahan kimia apa pun yang mengandung ikatan karbon nitrogen (CN). Meski mematikan, bahan kimia ini dapat ditemukan di keseharian kita.

Menurut laporan Healthline, sianida dapat ditemukan di banyak makanan nabati yang aman untuk dimakan, seperti almond, kacang lima, kedelai, dan bayam. Sianida juga merupakan produk sampingan metabolisme dalam tubuh manusia. Ia terdapat dalam jumlah rendah dalam setiap tarikan napas manusia.

Adapun bentuk sianida yang mematikan meliputi natrium sianida (NaCN), kalium sianida (KCN), hidrogen sianida (HCN), sianogen klorida (CNCl). Berbagai jenis sianida mematikan tersebut dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari padatan, cairan, atau gas.

Secara khusus, kalium sianida (atau biasa dikenal sebagai potasium sianida) yang dipakai Nani dalam sate beracun umumnya berbentuk padatan putih, butiran atau kristal, mirip seperti gula pasir.

Dosis mematikan kalium sianida di sebelah koin 1 sen Euro. Foto: morienus via Wikimedia Commons

Menurut catatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), kalium sianida melepaskan gas hidrogen sianida, zat kimia yang sangat beracun yang mengandung zat asfiksia yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen.

Paparan kalium sianida bisa berakibat fatal. Ia akan berefek ke seluruh tubuh, terutama mempengaruhi sistem organ yang paling sensitif terhadap kadar oksigen rendah: sistem saraf pusat (otak), sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), dan sistem paru (paru-paru).

Kalium sianida sampai saat ini dijual bebas dan umumnya digunakan sebagai racun tikus. Ia juga digunakan secara komersial untuk fumigasi, pelapisan listrik, dan mengekstraksi emas dan perak dari bijih.

Menurut catatan CDC, gas hidrogen sianida yang dilepaskan kalium sianida memiliki bau almond pahit yang khas. Beberapa orang yang sempat menghirup kalium sianida menggambarkan aromanya seperti bau sepatu tua yang apek. Meski demikian, sebagian besar orang tidak dapat mendeteksinya.

Berapa banyak kalium sianida yang dipakai Nani di sate beracun?

Efek setelah terpapar kalium sianida bakal dirasakan segera oleh manusia. Paparan penghirupan gas hidrogen sianida yang dilepaskan dari kalium sianida menghasilkan gejala dalam hitungan detik hingga menit. Kematian bisa terjadi dalam beberapa menit.

Jika orang menelan kalium sianida seperti korban kejahatan Nani, ia akan merasakan mual, muntah, sakit perut, dan iritasi atau korosi pada lapisan esofagus dan lambung.

CDC melaporkan, kalium sianida reaktif terhadap air. Ketika bersentuhan dengan air, kalium sianida terurai dan menghasilkan gas hidrogen sianida yang sangat beracun dan sangat mudah terbakar. Selain dengan air, racun tersebut juga terurai dengan kelembapan, karbon dioksida, dan asam.

Menurut laporan John Hopkins Bloomberg School of Public Health, dosis mematikan dari kalium sianida adalah sekitar 100-200 mg. Dengan demikian, pengakuan Nani yang menyebut dirinya memberikan satu sendok kalium sianida telah melampaui ambang batas aman.

Meski keterangan kepolisian tidak begitu jelas soal jenis sendok macam apa yang dipakai Nani, ia secara teori telah memberikan kalium sianida lebih dari 100 mg ke sate ayam beracun. Sebagai gambaran, satu sendok teh kira-kira dapat menampung 4,25 gram gula pasir, menurut hitungan The Calculator Site. Sedangkan satu sendok makan setara dengan 12,74 gram gula pasir.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban