Mengenal Gray Baby Syndrome yang Dapat Ancam Nyawa Bayi, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
6

Mengenal Gray Baby Syndrome yang Dapat Ancam Nyawa Bayi Foto: Shutterstock

Ibu hamil tentu ingin bayi yang dikandungnya kelak lahir sehat. Agar bayi sehat, ibu hamil perlu menjaga pola hidup sehat, makan makanan bergizi, melakukan pemeriksaan rutin ke bidan atau dokter serta menghindari zat berbahaya seperti alkohol dan tembakau.

Selain itu, ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat! Ya Moms, beberapa jenis obat-obatan tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil bahkan ada yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi. Salah satunya, gray baby syndrome atau sindrom bayi abu-abu.

Gray Baby Syndrome yang Dapat Ancam Nyawa Bayi

Gray Baby Syndrome yang Dapat Ancam Nyawa Bayi Foto: Shutterstock

Gray baby syndrome adalah kondisi langka yang mengancam jiwa yang dapat berkembang pada bayi dan anak-anak hingga usia 2 tahun. Healthline melansir, kondisi ini merupakan efek samping potensial dari antibiotik kloramfenikol. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, seperti meningitis bakterial.

Beberapa dokter merekomendasikan obat ini ketika infeksi tidak merespons antibiotik lain, seperti penisilin. Antibiotik ini berbahaya bagi bayi karena tingkat toksisitasnya yang tinggi.

Apalagi bayi belum memiliki enzim hati yang diperlukan untuk metabolisme obat dalam dosis besar. Karena tubuh kecil mereka belum bisa memecah obat, tingkat racun dari antibiotik dapat menumpuk di aliran darahnya.

Gray baby syndrome dapat berkembang jika antibiotik diberikan langsung kepada bayi. Namun pemberian pada ibu hamil juga tetap berisiko dan bisa memberikan efek yang sama pada janin.

Gejala Gray Baby Syndrome pada Bayi

Gejala Gray Baby Syndrome yang Bisa Dialami Bayi Foto: Shutterstock

Menurut WebMD, bayi dengan gray baby syndrome bisa mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Kulit dan kuku bayi berubah warna menjadi abu-abu karena kekurangan oksigen, sedangkan bibir menjadi biru.

Gejala lain dari gray baby syndrome meliputi:

Bayi menjadi pemarah dan cerewet

Muntah atau diare

Tekanan atau distensi di perut

Kehilangan selera makan

Jika bayi Anda mengalami salah satu dari gejala ini, segera bicarakan dengan dokter. Periksa juga label obat untuk kloramfenikol, ingatlah juga bahwa obat ini dapat masuk ke sistem bayi lewat ASI. Jadi, Anda juga harus terus hati-hati saat mengkonsumsi obat.

Sebenarnya, jika diberikan dalam dosis yang tepat untuk bayi yang sehat, kloramfenikol tidak berbahaya. Namun, peningkatan dosis dapat menyebabkan penumpukan obat dalam sistem bayi. Selain itu, jika bayi Anda memiliki masalah kesehatan lain, maka bisa meningkatkan risiko gray baby syndrome.

Komplikasi Penyakit Akibat Gray Baby Syndrome

Komplikasi Penyakit Akibat Gray Baby Syndrome Foto: Shutterstock

Gray baby syndrome juga dapat meningkatkan beberapa komplikasi penyakit. Di antaranya:

Pendarahan

Gagal hati

Gagal ginjal

Anemia aplastik karena toksisitas sumsum tulang

Radang saraf optik (neuritis optik) dan masalah penglihatan

Masalah dengan saraf perifer (Neuritis perifer)

Kolaps atau syok kardiovaskular

Infeksi

Kerusakan otak

Cara Mengobati Gray Baby Syndrome pada Bayi

Cara Mengobati Gray Baby Syndrome pada Bayi Foto: Shutterstock

Jika gejalanya teridentifikasi sejak dini, dokter bisa segera mengobati bayi yang mengalami gray baby syndrome. Salah satunya dengan memberikan antibiotik lain yang diperlukan tubuh bayi melawan infeksi.

Selain itu, penurunan aliran darah dapat menurunkan suhu bayi Anda, jadi si kecil mungkin membutuhkan selimut penghangat atau lampu pemanas. Oksigen juga harus segera diberikan, sehingga bayi tidak perlu bekerja keras untuk mengoksigenasi darahnya melalui pernapasan.

Jika perlu, bayi juga akan diintubasi. Dengan menstabilkan sistem bayi secepat mungkin menggunakan teknik ini, kerusakan tambahan pada tubuhnya dapat dicegah.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban