Launching Peta Jalan Kemandirian, Menag Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
11

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Dok. Kemenag

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menaruh perhatian khusus pada kemandirian pesantren khususnya dalam bidang ekonomi. Hal itu menurutnya sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo yang meminta agar pesantren dapat menciptakan solusinya sendiri tanpa perlu membebani lingkungan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Gus Yaqut (sapaan Yaqut Cholil Qoumas) kala membuka acara peluncuran peta jalan kemandirian pesantren yang digelar secara daring dan luring.

“Presiden Jokowi sangat menaruh Perhatian Kepada kemandirian pesantren, pesantren menurut beliau harus mampu menjadi solusi yang tuntas atau solusi yang kaffah dan tidak membebani atau terbebani permasalahan terutama hal-hal ekonomi di sekitarnya atau di lingkungannya,” ujar Gus Yaqut dalam sambutannya, Selasa (4/5).

Pesantran menjadi perhatian karena menurut Gus Yaqut nasionalisme di Indonesia terbentuk dari adanya Islam pesantren. Hal itu merujuk pada penelitian seorang sejarawan dan akademisi politik dari Amerika Serikat, George Mcturnan Kahin.

“Tidak ada nasionalisme Indonesia tanpa Islam Pesantren, jadi nasionalisme Indonesia itu adalah buah dari rahim pesantren. Sudah jelas pesantren memiliki sejarah panjang sebagai salah satu soko guru berdirinya negara Republik Indonesia tahun 1945,” ucap Gus Yaqut.

Tidak hanya bagi Kemenag, Presiden Jokowi pun menaruh perhatian kepada pesantren. Jokowi, menurut Gus Yaqut bahkan selalu mengingatkan untuk melaksanakan amanat UU Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Dalam undang-undang tersebut disebut fungsi pesantren itu ada tiga yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Ilustrasi santri di pesantren. Foto: Shutter Stock

Menurut Gus Yaqut ada tiga alasan kemandirian pesantren harus terus dilakukan. Pertama pesantren sudah teruji sebagai pusat pendidikan yang bisa bertahan bertahun-tahun dan pesantren juga memiliki sumber daya manusia yang berlimpah yang berpotensi menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Pertimbangan kedua pesantren dan masyarakat di sekitarnya memiliki sumber daya ekonomi yang bila dikelola dengan baik bisa menjadi potensi ekonomi yang berkelanjutan. Terakhir, pesantren memiliki jejaring antar pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara.

Dengan alasan tersebut Kemenag menetapkan program peta jalan kemandirian. Tujuannya agar ke depan pesantren memiliki sumber daya ekonomi yang kuat.

“Karena itu saya menetapkan tujuan besar dari kebijakan kemandirian pesantren ini adalah terwujudnya pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dengan optimal,” ungkap Gus Yaqut.

Agar program peta jalan ini dapat berlangsung dengan baik, Gus Yaqut menilai penting untuk mengawinkan tiga ekositem yang ada saat ini yakni ekosistem digital, ekosistem UMKM, dan ekosisten halal. Sehingga diharapkan ke depan tak hanya berjalan, program peta jalan ini mewujudkan kemandirian pesantren yang lebih baik lagi.

“Karena itu saya mendorong BPJPH untuk bekerjasama dengan pesantren-pesantren dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia. Dengan melihat momentum 3 ekosistem ini saya optimis jika dilakukan dengan baik, benar, dan konsisten kebijakan kemandirian pesantren akan berjalan dengan sukses dan dampaknya akan dilaksanakan oleh pesantren dan masyarakat di sekitarnya,” kata Gus Yaqut.

Ilustrasi santri di pesantren. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Program ini dilakukan merujuk pada surat keputusan Nomor 2432 tahun 2021 tentang penetapan 9 Pesantren kategori 1, 2, 3, dan 4 sebagai piloting program Kemandirian Pesantren tahun anggaran 2021. Dalam surat itu juga Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag mengatur tentang penetapan 9 Pesantren Kategori 1,2,3, dan 4 yang ditunjuk sebagai piloting program kemandirian Pesantren Tahun Anggaran 2021.

Sebelum terpilih, 9 pesantren itu telah terlebih dulu melalui tahapan verifikasi data dan verifikasi faktual yang dilaksanakan pada tanggal 24 sampai 26 April 2021. 9 Pesantren tersebut merupakan bagian dari rencana 100 Pesantren Kategori 1, 2, 3, dan 4 yang akan dijadikan piloting program Kemandirian Pesantren pada tahun anggaran 2021.

Berikut daftar sembilan pondok pesantren yang mengikuti program peta jalan Kemandirian Pesantren Kemenag:

Pesantren As’adiyah dari Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pesantren di perbatasan Indonesia-Malaysia. Pesantren kategori pertama.

Pesantren Nahdlatul Ulum Maros, Sulawesi Selatan. Pesantren kategori pertama.

Pesantren Dayah Darul Atiq, Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam. Pesantren kategori pertama.

Pesantren Qamarul Huda, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pesantren katagori kedua.

Pesantren Al Imdad, Bantul, Yogyakarta. Pesantren kategori kedua.

Pesantren Attahdzib, Jombang, Jawa Timur. Pesantren kategori ketiga.

Pesantren Tarbiyatul Banin, Cirebon, Jawa Barat. Pesantren kategori ketiga.

Pesantren Al-Amin, Dumai, Riau. Pesantren kategori keempat.

Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Jepara, Jawa Tengah. Pesantren kategori keempat.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban