Hajar Aswad di Masjidil Haram Terlihat Jelas untuk Pertama Kalinya, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
5

Hajar Aswad menggunakan teknologi Focus Stack Panorama. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain

Sebelum pandemi, Hajar Aswad atau Batu Hitam di salah satu sudut Ka’bah adalah salah satu tujuan umat Islam yang berziarah di Masjidil Haram, Makkah. Antrean yang sangat banyak membuat jemaah hanya bisa sebentar saja untuk melihat, menyentuh atau menciumnya.

Lalu bagaimana wujud Hajar Aswad yang sebenarnya? Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi pada 3 Mei 2021 mengunggah foto Hajar Aswad menggunakan teknik fokus panorama bertumpuk atau Focus Stack Panorama.

“Teknik menggabungkan gambar dengan kejernihan berbeda untuk mendapatkan satu gambar dengan kejernihan tinggi,” tulis Presidensi di akun Twitternya.

Dikutip dari Antara, dalam teknik itu, foto-foto dengan kejernihan berbeda digabungkan untuk menghasilkan satu foto dengan tingkat akurasi dan kualitas tinggi.

Butuh tujuh jam untuk mengambil foto hingga 49.000 megapiksel. Ini adalah kali pertama dunia bisa melihat lebih dekat Hajar Aswad.Hajar Aswad menggunakan teknologi Focus Stack Panorama. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain

Gambar yang diambil sangat jelas sehingga setiap orang bisa melihat setiap bagian batu yang tidak terlihat sebelumnya.

Hajar Aswad terletak di sudut timur Ka’bah dan terlihat seperti satu batu yang terlindung dalam bingkai perak. Tetapi sebetulnya Hajar Aswad terdiri dari delapan batu kecil yang digabung dengan frankincense Arab.

Hajar Aswad menggunakan teknologi Focus Stack Panorama. Foto: Twitter/@ReasahAlharmainHajar Aswad menggunakan teknologi Focus Stack Panorama. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain

Batu terkecil ukurannya tak lebih dari 1 cm, yang terbesar tidak melebihi ukuran 2 cm. Bingkai yang dibuat dari perak berfungsi sebagai pelindung dari batu suci itu.

Berdasarkan buku sejarah, Hajar Aswad yang berasal dari surga ditempatkan di Ka’bah oleh Nabi Ibrahim setelah diberikan oleh Malaikat Jibril.

Barrier dipasang di sekeliling Ka’bah sehingga jemaah tidak bisa menyentuh Hajar Aswad. Foto: Dok. gph.gov.sa

Pada masa pandemi, para jemaah tidak diperkenankan menyentuh atau mencium Hajar Aswad karena barrier atau penghalang dipasang di sekitar Ka’bah.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban