Geram, Peter Schmeichel Sebut Fans MU yang Invasi Old Trafford Idiot, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
5

Demo suporter Manchester United di Old Trafford, Manchester, Inggris . Foto: Phil Noble/Reuters

Pada Minggu (2/5) malam WIB, sejumlah suporter Manchester United (MU) merangsek masuk dan menginvasi lapangan Stadion Old Trafford. Aksi itu mereka lakukan dalam rangka memprotes Glazers selaku pemiliki klub.

Aksi ini terjadi beberapa jam jelang sepak bola laga MU vs Liverpool di pekan ke-34 Liga Inggris 2020/21. Akibatnya, pertandingan yang juga menentukan gelar juara Man City itu terpaksa ditangguhkan dengan alasan keamanan.

Ada pro dan kontra terkait aksi sejumlah fans MU tersebut. Legenda ‘Setan Merah’, Peter Schmeichel, adalah salah satu pihak yang geram melihat invasi suporter masuk Old Trafford. Ia tak segan menyebut mereka sebagai orang-orang idiot.

“Saya tidak berpikir fans berat adalah orang-orang yang berada di dalam stadion. Saya pikir mereka idiot, pembuat onar. Tak satu pun dari mereka akan mengingat saat-saat indah. Beberapa dari mereka bahkan belum lahir ketika Glazers mengambil alih klub,” katanya kepada CBS Sports.

“Para fans berat, fans sejati, terus menyuarakan pendapat kalian, tetapi pertahankan pada tingkat yang tepat. Jangan bodoh tentang hal itu. Jangan menuntut sesuatu yang tidak realistis. Pertahankan tekanan, pertahankan ide,” lanjutnya.

Sebenarnya, Peter Schmeichel tidak melarang fans MU mengeluarkan keluh kesahnya terhadap Glazers. Akan tetapi, kalau sampai mereka membuat onar, ya, tidak bisa dibenarkan juga menurutnya.

Di sisi lain, Schmeichel juga terkesan pro pada kepemimpinan Glazers. Baginya, MU masih lebih baik dipegang oleh keluarga pengusaha asal Amerika Serikat itu, tetapi mengakui bahwa harus ada perubahan dalam manajemen mereka.

“Saya lebih suka kami bekerja dengan Glazers karena saya pikir ada kemauan di dalam keluarga itu. Bekerjasamalah dengan Glazers untuk menjadikan klub sepak bola ini seperti klub sepak bola yang seharusnya,” terang pria asal Denmark itu.

Demo suporter Manchester United di Old Trafford, Manchester, Inggris . Foto: Carl Recine/Reuters

“Saya pikir semua orang merasa bahwa keluarga Glazer agak terlalu terpisah dari klub. Mereka ada di sana sekarang dan lagi, tetapi mereka tidak ada di sana setiap pekan. Anda tidak pernah melihat Joel Glazer tampil di depan kamera dan berbicara tentang klub dan saya pikir itu membuat fans sangat frustrasi.”

“Kami memiliki kepemilikan ini, tetapi dari luar sepertinya pemilik tidak peduli, ini hanya tentang uang. Saya tidak berpikir itu benar-benar masalahnya. Saya pikir mereka sangat bangga dengan kepemilikan mereka atas Manchester United. Saya hanya berpikir ada kebutuhan restrukturisasi cara pengoperasiannya,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu tuntutan para suporter MU adalah sistem 50+1. Ini adalah sistem yang dipakai klub-klub Bundesliga, di mana secara teknis hampir semua klub di Jerman adalah milik suporter—disebut sebagai member—dengan persentase 51%.

***

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban