Foto: Melihat Aktivitas Anak Punk di Pesantren Tasawuf Underground, Tangsel, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
6

Para santri membaca Al-Quran di Pondok Pesantren ‘Tasawuf Underground’ di Tangerang Selatan, Sabtu (10/4/2021). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters

Suasana berbeda terlihat di Pesantren Tasawuf Underground pimpinan Halim Ambiya. Pesantren di sebuah bangunan kontrakan tiga lantai di kawasan Tangerang Selatan tersebut menampung anak punk yang sedang hijrah.

Pesantren tersebut sengaja didirikan Halim untuk membantu anak jalanan kembali ke agama. Program yang ia jalankan sejak tahun 2016 itu telah membantu lebih dari 120 orang.

Halim Ambiya berbicara dengan sekelompok pemuda jalanan di Tangerang Selatan, Senin (12/4/2021). Foto: Tommy Ardiansyah/Reuters

Dikutip dari Reuters, pria berusia 46 tahun itu menghabiskan harinya di trotoar yang berliku dan ramai untuk mencari siswa baru. Ia mengatakan mencari siswa baru dari jalanan tidak mudah karena banyak anak jalanan, terutama yang lebih muda tidak selalu mau bicara.

Eboy Maulana Yusuf, 37, belajar cara menggunakan laptop di pondok pesantren ‘Tasawuf Underground’ di Tangerang Selatan. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters

Saat ini ada sekitar 30 mantan anak jalanan yang kini bersekolah, belajar salat, baca tulis, belajar Al-Quran dan mendapat pelatihan kejuruan. Halim membuka proyek percetakan tekstil dan laundry di gedung yang sama untuk membantu meningkatkan pendapatan siswa.

Saat ini ada sekitar 30 mantan anak jalanan yang kini bersekolah, belajar salat, baca tulis, belajar Al-Qur’an dan mendapat pelatihan kejuruan. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/ReutersHalim membuka proyek percetakan tekstil dan laundry di gedung yang sama untuk membantu meningkatkan pendapatan siswa. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/ReutersHalim Ambiya saat berbicara dengan anak jalanan di pusat rehabilitasi yang dioperasikan oleh Departemen Sosial di Tangerang Selatan, Senin (12/4/2021). Foto: Tommy Ardiansyah/ReutersPesantren tersebut sengaja didirikan Halim untuk membantu anak jalanan kembali ke agama. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters

****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban