Dubes Djauhari Sebut Peluang Kerja Sama dengan China: Ekonomi Digital & Wisata, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
4

Dubes RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun saat di Shanghai. Foto: KBRI Beijing

Indonesia sudah banyak bekerja sama dengan China seperti dalam proyek infrastruktur. Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT, Djauhari Oratmangun, mengungkapkan masih banyak potensi peluang kerja sama dengan China yang harus dimaksimalkan Indonesia.

“Sekarang peluang kerja sama ke depan, pertama peluang kerja sama di bidang ekonomi digital,” kata Djauhari saat webinar mengenai hubungan terkini Indonesia-Tiongkok, Selasa (4/5).

Djauhari membeberkan sejak Januari saja sampai sekarang atau baru 4 bulan di China sudah menambahkan 162 unicorn. Sementara itu, lebih dari 900 juta orang di China sudah bertransaksi secara digital.

Djauhari membeberkan pada 2025 ekonomi digital di China diperkirakan meningkat sampai USD 4,2 triliun. Sehingga bukan tanpa alasan kerja sama di bidang ekonomi digital harus digalakkan.

“Kemajuan di bidang ekonomi digital menjadi salah satu faktor juga yang bertahan dan majunya perekonomian Tiongkok di tengah pandemi COVID-19,” ujar Djauhari.

Selain itu, Djauhari menganggap potensi ekonomi digital di Indonesia jug cukup baik dengan adanya 5 startup unicorn dan 1 decacorn. Transaksi ekonomi digital di Indonesia tahun 2020 mencapai Rp 44 miliar atau naik 44 persen dibanding 2019.

Djauhari menjelaskan penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai hampir 74 persen di 2020. Ekonomi digital di dalam negeri diprediksi mencapai USD 150 miliar dan berkontribusi sampai 12 persen ke GDP.

“Melihat tren itulah maka kerja sama di bidang ini pun kita galakkan,” ujar Djauhari.

Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun menerima Penghargaan Hassan Wirajuda Award untuk kategori Kepala Perwakilan Foto: Dok. KBRI Beijing

Potensi kerja sama yang bisa ditingkatkan lagi adalah di bidang kesehatan. Saat ini, kata Djauhari, Indonesia sedang intens berkomunikasi dengan China khususnya terkait vaksin.

“Potensi kerja sama lainnya adalah perlindungan warga negara Indonesia kita lanjutkan terus karena ini adalah prioritas. Kemudian pengembangan SDM melalui kerja sama pendidikan,” ungkap Djauhari.

Lebih lanjut, Djauhari menuturkan kerja sama yang tidak kalah penting dioptimalkan adalah di bidang pariwisata. Ia berharap wisatawan China ke Indonesia bisa kembali bergairah khususnya setelah pandemi COVID-19 bisa diatasi.

“Berikutnya investasi diarahkan kepada investasi yang mengelola barang mineral menjadi barang jadi, sehingga nilai tambahnya cukup signifikan,” tutur Djauhari.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban