Baru 14 Huntara dan 4 Rumah Tumbuh Terbangun untuk Korban Gempa Malang, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
7

Warga yang menempati rumah seadanya pasca gempa Malang. Foto: Bayu Eka Novanta.

MALANG – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang agar tidak ada lagi pengungsi korban gempa Malang di tenda-tenda darurat sebelum hari raya Idul Fitri 1442 H, nampaknya akan sulit dipenuhi.

Pasalnya, hingga hari ini baru 14 Hunian Sementara (Huntara) dan 4 Rumah Tumbuh yang berhasil dibangun, padahal lebaran tahun ini tinggal 9 hari lagi.

“Kalau huntara yang kami bangun sudah 14 unit dan rumah tumbuh itu ada 4 unit. Kalau untuk rumah tumbuh ini kalau digunakan terus, (pembangunannya) kurang lebih membutuhkan waktu selama 2 minggu, mulai dari ukuran 4 meter kali 6 meter dan ada yang 6 meter kali 8 meter,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi pada Senin malam (03/04/2021) di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Untuk huntara sendiri sistemnya agak berbeda dari rumah tumbuh, para pengungsi akan dibuatkan rumah sementara di satu lokasi sampai rumah mereka dibangun kembali oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD).

“Huntara ini yang menerima adalah yang rumahnya rusak berat, kita pindahkan ke lapangan ke huntara, kalau bantuan (rumah induk) dari BNPB sudah turun maka mereka yang mendapatkan prioritas. Jadi, nanti huntara akan kita bongkar (kalau sidah tidak terpakai), kalau bangunan (rumah induk) selesai maka mereka akan pindah,” jelasnya.

Pembangunan oleh BPBD akan dilaksanakan setelah status tanggap darurat selesai pada 07 Mei 2021 mendatang.

Sementara jumlah rumah yang rusak berat di Kabupaten Malang dipastikan oleh Sekda Kabupaten Malang jumlahnya lebih dari 1.700 rumah.

“Kita sidah kunci kemarin datanya (penerima bantuan rumah induk), baru setelah itu kita kirim ke BNPB datanya. Untum rumah rusak berat ada 1.700 sekian rumah, kalau secara total (rusak berat, ringan, sedang) kita sudah kunci ada 11 ribu sekian rumah,” beber mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya ini.

“Nanti keseluruhan itu akan mendapatkan bantuan dari BNPB, karena semua kota usulkan sehingga akan ada yang dapat Rp50 juta, Rp25 juta dan Rp10 juta tergantung tingkat kerusakannya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Wahyu juga mengungkapkan dana siap pakai dan dana dari Biaya Tak Terduga (BTT) yang ada di Kabupaten Malang untuk para korban gempa.

“Kalau dana siap pakai ada Rp600 juta, sementara BTT itu ada Rp6,5 miliar. Tapi itu belum terserap semua, karena kita masih pakai dana dari open donasi,” ucapnya.

Seluruh dana ini sendiri diperuntukkan untuk pembangunan huntara dan rumah tumbuh sebelum pembangunan rumah induk dari BNPB.

“Semua dana ini akan kita gunakan untuk membangun hunian sementara (huntara) mulai dari materialnya kita akan pakai dari open donasi, kalau itu tidak cukup baru kita gunakan dari dana siap pakai dan BTT,” pungkasnya.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban