Takut Ekonomi Memburuk, India Ragu-ragu Lockdown Nasional untuk Tekan Corona, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
7

Petugas polisi menghentikan para pengendara, selama lockdown, di Chennai, India, Rabu (1/4). Foto: REUTERS/P. Ravikumar

Desakan lockdown nasional menggema di India. Negara ini kini diterpa tsunami COVID-19.

Sejak Maret 2021 penularan kasus COVID-19 di India meroket tajam. Setengah dari total hampir 20 juta kasus di India muncul di periode itu.

Apa yang terjadi di India jadi perhatian khusus ahli penyakit menular ternama dari AS, Anthony Fauci.

Dr. Anthony Fauci, dokter, ahli imunologi, dan penasihat gugus tugas penanganan virus corona di Gedung Putih. Foto: KEVIN DIETSCH / AFP / POOL

Dia menyarankan agar India segera memberlakukan lockdown nasional. Langkah ekstrem itu diyakini Fauci dapat meredam gelombang penularan virus corona.

Senada dengan Fauci, ahli epidemiologi asal Universitas Michigan Bhramar Mukherjee mengutarakan pendapat serupa. Wanita tersebut keturunan India.

“Menurut pendapat saya, hanya perintah tetap di rumah secara nasional dan pengumuman keadaan darurat yang dapat menolong memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan saat ini,” ucap Mukherjee.

Seorang pria bereaksi saat petugas kesehatan mengambil sampel usap virus corona, di New Delhi, India, (17/10). Foto: Adnan Abidi/REUTERS

“Jumlah kasus aktif makin banyak, ini bukan cuma kasus baru. Angka kasus aktif yang dilaporkan mencapai 3,5 juta,” sambung dia.

Pemerintahan India di bawah PM Narendra Modi sampai kini belum memberlakukan lockdown nasional. Namun, 11 Negara Bagian sudah memberlakukan perintah penguncian.

Kantor berita Reuters menulis, Pemerintah Modi nampak sangat ragu-ragu lockdown. Diduga Modi dan pemerintahannya takut lockdown akan berimbas buruk pada perekonomian India.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban