Selain Tiadakan Itikaf, Masjid Jami Assalfiyah Jaktim Wajibkan Jemaah Bermasker, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
5

Sejumlah jamaah melaksanakan ibadah saalat di Masjid Jami Assalafiyah yang berada di areal pemakaman Pangeran Jayakarta, Jakarta. Foto: Yogi Rachman/ANTARA

Video seorang jemaah masjid di Bekasi yang diusir karena memakai masker menjadi sorotan publik. Video itu diambil di Masjid Jami Al-Amanah di Kota Bekasi pada Selasa (27/4).

Pria di video itu menyebut, masjid merupakan lokasi yang aman. Untuk itu tak perlu memakai masker, kata pria di unggahan tersebut.

Tentu saja hal ini bertentangan dengan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi corona di Indonesia.

Kondisi itu berbeda dengan Masjid Jami Assalafiyah yang terletak di Jatinegara Kaum, Jaktim. Pengurus masjid tersebut mewajibkan jemaahnya untuk memakai masker dan meniadakan itikaf di bulan Ramadhan di tengah pandemi.

Padahal, itikaf merupakan salah satu amalan ibadah yang dianjurkan di 10 hari terakhir bulan puasa Ramadhan.

“Tahun ini tidak ada (iktikaf),” kata Ketua Masjid Jami Assalafiyah Suhendar, dikutip dari Antara Senin (3/5).

Suhendar menambahkan, biasanya masjid itu selalu menyelenggarakan itikaf bagi jemaahnya. Meski begitu, kegiatan ibadah tarawih di masjid tersebut masih dilaksanakan.

“Kegiatan tarawih juga orangnya terbatas. Kebanyakan warga sekitar aja. Sebab di sini juga banyak musala, setiap RT ada musala yang melaksanakan tarawih,” tambahnya.

Di masjid tersebut juga tersedia tempat mencuci tangan di bagian depan. Selain itu, jemaah yang datang wajib mengenakan masker.

Masjid Jami Assalafiyah dibangun pada 1620 oleh Pangeran Jayakarta. Masjid ini dikenal dengan nama Achmad Djakerta dalam upaya pelariannya saat dikejar oleh pasukan VOC.

Menurut sejarah, masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah saja tapi juga digunakan oleh Pangeran Jayakarta dan pengikutnya dalam mengatur strategi perang melawan VOC.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban