Peran Wawasan Nusantara sebagai Alat untuk Mencegah Disintegrasi Bangsa, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
17

Ilustrasi Bentuk Keberadaan Wilayah Indonesia sebagai Wawasan Nusantara. Sumber : shutterstock.com

Negara Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keberagaman. Mulai dari pulau-pulaunya, suku-sukunya, adat istiadatnya, agamanya, dan lain sebagainya. Sebagai warga negara yang baik, kita perlu mengenal lebih dalam segala sesuatu yang ada di bangsa kita. Untuk mengenal bangsa kita lebih dalam, kita memerlukan Wawasan Nusantara untuk dapat kita pelajari. Lalu apakah yang dimaksud Wawasan Nusantara itu? Wawasan Nusantara merupakan cara kita memandang dan mengenali keberadaan bangsa Indonesia dari berbagai aspek.

Aspek dalam Wawasan Nusantara disebut Astagatra. Di dalam Astagatra dapat dibedakan menjadi dua komponen, yaitu Aspek Trigatra dan Aspek Pancagatra. Aspek Trigatra (Aspek alamiah) terdiri dari aspek geografi, aspek keadaan dan kekayaan alam, aspek keadaan dan kemampuan penduduk (demografi), sedangkan Aspek Pancagatra (Aspek sosial) terdiri dari aspek ideologi, aspek ekonomi, aspek politik, aspek sosial-budaya, serta aspek pertahanan dan keamanan.

Disintegrasi bangsa terdiri dari kata “Disintegrasi” dan “Bangsa”. Kata “Disintegrasi” merupakan lawan kata dari “Integrasi”. Integrasi memiliki arti suatu usaha/upaya untuk menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada, namun perlu digarisbawahi kata “menyatukan” di sini bukan berarti menghilangkan semua perbedaan sehingga semuanya menjadi sama, melainkan dengan adanya perbedaan-perbedaan ini kita dapat hidup berdampingan dan memiliki keselarasan/keserasian fungsi. Dari pengertian integrasi di atas dapat kita ketahui, jika integrasi berarti upaya bersatu, maka disintegrasi bangsa adalah keadaan di mana mulai terkikisnya suatu keutuhan dan kesatuan bangsa sehingga dapat memicu timbulnya perpecahan di suatu bangsa.

Kita perlu bersyukur hidup di negara yang majemuk ini karena di dalamnya terdapat banyak sekali keberagaman yang dapat menjadi suatu kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, dengan banyaknya perbedaan yang dimiliki juga dapat membuat negara Indonesia rawan terjadi pergesekan antar suku, agama, ras, golongan jika kita tidak menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

Beberapa faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa, antara lain 1) Menurunnya sikap toleransi masyarakat. 2) Kesenjangan sosial sehingga menyebabkan iri hati antar kelompok. 3) Muncul ideologi baru selain Pancasila. 4) Ketidakpuasan masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya, dan lain sebagainya.

Adapun kasus disintegrasi bangsa yang pernah terjadi di Indonesia, di antaranya seperti Pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965. Gerakan G30S/PKI merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia yang memiliki tujuan untuk merebut kekuasaan dan mencoba mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis.

Contoh yang kedua yaitu konflik di Poso yang dimulai sekitar tahun 1990-an dengan masalah perbedaan agama dan berlangsung selama puluhan tahun serta mengakibatkan banyak korban jiwa. Pada akhirnya konflik ini dapat berakhir pada tahun 2001 karena adanya mediasi dari Jusuf Kalla.

Dan contoh disintegrasi bangsa yang terakhir yaitu kasus KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua. Kasus ini sedang hangat diperbincangkan di berbagai media karena KKB ini berulang kali menyerang aparat keamanan dan warga setempat. Karena tindakannya yang membuat warga setempat merasa takut, Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dapat memastikan bahwa KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Papua beserta seluruh organisasi, orang yang ikut bergabung di dalamnya, serta orang-orang yang mendukung kelompok tersebut dianggap sebagai teroris (Jakarta, Kamis 29/04/2021).

Upaya untuk Mencegah Disintegrasi Bangsa dengan Wawasan Nusantara

Dari beberapa contoh disintegrasi bangsa di atas nampak bahwa keberagaman mudah sekali menimbulkan konflik yang dapat memicu perpecahan. Menurut saya, kita sebagai warga negara harus dapat menyikapi dengan baik perbedaan yang ada agar tidak merugikan bangsa kita sendiri. Bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan membekali setiap warga negara dengan Wawasan Nusantara melalui berbagai media yang ada, seperti buku pelajaran, internet, televisi, surat kabar, poster, Facebook, dan lain sebagainya.

Dengan adanya Wawasan Nusantara, mata kita akan terbuka melihat banyak sekali keberagaman yang ada di Indonesia, baik suku, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat kita bangga tinggal di Indonesia karena kaya akan keberagaman. Sama seperti pelangi yang indah karena terdiri dari berbagai macam warna. Begitu pun Indonesia dengan keberagaman yang ada justru membuat Indonesia semakin indah dan dikagumi banyak orang.

Ketika kita menyadari bahwa betapa indahnya keberagaman ini, maka dalam diri kita akan timbul rasa ingin menjaga dan mempertahankan keberagaman yang ada dengan menjaga persatuan dan kesatuan antar suku, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya. Hal tersebut selaras dengan tujuan Wawasan Nusantara yaitu menjamin persatuan dan kesatuan bangsa di berbagai aspek kehidupan untuk mencegah timbulnya disintegrasi bangsa dan terus berupaya menjaga persatuan dan kesatuan. Jadi, perbedaan yang ada jangan kita jadikan suatu persoalan, tetapi kita harus memanfaatkan perbedaan yang ada untuk saling melengkapi, saling membantu, tolong-menolong, dan bergotong-royong untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban