Pengirim Sate Beracun di Yogyakarta Mengaku Menyesal Aksinya Salah Sasaran, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
7

Polisi menunjukkan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Polda DI Yogyakarta telah mengamankan Nani Aprilliani Nurjaman (25), pemberi sate yang menewaskan anak ojol berinisial N (10). Saat dimintai keterangan, Nani sempat menyesal atas aksinya yang salah sasaran.

Direskrimum Polda DI Yogyakarta Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan Nani gelisah saat mengetahui aksinya itu memakan korban orang lain. Ia langsung mengakui perbuatannya tersebut.

“Iya adalah omongan sepintas seperti itu (menyesal), cukup goyah ketika terjadi viral di media (N tewas),” ujar Burkan di Polres Bantul, Senin (3/5). Meski begitu, polisi masih mendalami apakah aksi Nani ini dilakukan seorang diri atau dibantu oleh orang lain.

“Dia nggak berbelit langsung mengakui. Kegelisahannya cukup luar biasa kenapa harus ada korban orang lain. Komunikasinya belum kontrol,” tambahnya.

“Ini introvert banget (tersangka) tidak semudah yang anda bayangkan. Jadi awalnya saya mengira sesimpel itu tapi agak tertutup,” tegas Burkan.

Nani mengirimkan sate beracun itu ditujukan kepada Tommy yang merupakan anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta. Ia diduga kecewa lataran ditinggal nikah oleh Tomy. Kemudian, ia mengirimkan sate itu melalui ojol secara offline.

Adalah Bandiman (47) yang menerima orderan itu di seputaran Gayam atau Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta. Pria itu diminta mengantarkan dua bungkus makanan yang berisi sate dan snack ke perumahan di Kasihan, Bantul.

Sesampai di lokasi, Tomy sedang di luar kota. Istri Tomy tidak mau menerima kiriman makanan tersebut lantaran merasa tidak tahu pengirim makanan itu. Begitu pula Tomy ketika saat itu dihubungi mengaku tidak kenal.

Istri Tomy menganjurkan kepada Bandiman makanan dibawa pulang saja. Bandiman pun pulang dan sate disantap keluarga. N, anak kedua Bandiman kolaps ketika memakan bumbu sate. Sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban