Pemberi Sate Beracun di Bantul Campurkan Satu Sendok Bubuk Sianida ke Bumbu Sate, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
9

Polisi menunjukkan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi membeberkan fakta baru soal kasus sate beracun yang menewaskan N (10), anak driver ojol di Bantul.

Dari pendalaman polisi diketahui pelaku Nani Aprialliani Nurjaman (25) alias NA mencampurkan satu sendok bubuk kalium sianida (KCn) ke bumbu sate.

“Takarannya baru kita dalami, pengakuan NA satu sendok. Itu semacam bubuk kristal,” kata Ngadi, Senin (3/5).

Nani mendapatkan kalium sianida (KCn) dari membeli di e-commerce sebanyak 250 gram. Pengakuan Nani, awalnya dia hanya ingin membuat targetnya, yaitu mantan kekasihnya yang bernama Tomy, mencret.

“Seperti ingin dampaknya hanya mules sama mencret katanya. Tapi kan kita perlu pastikan lagi (keterangan itu),” kata Ngadi.

Polisi menunjukkan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Motif pelaku hendak meracuni Tomy tak lain karena sakit hati tidak jadi dinikahi, Tomy malah mengawini perempuan lain. Namun rencana itu gagal dan racun justru salah sasaran.

“Gara-garanya ya mungkin (Tomy) lebih cinta sama yang dinikahi saat ini,” ujar Ngadi.

Menurut kabar yang beredar, Tomy adalah polisi dengan pangkat aiptu. Tapi, Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria menyatakan Tomy adalah PNS.

Rencana Sejak Maret 2021

Pelaku diketahui telah merancang aksinya sejak bulan Maret dengan membeli racun.

Pada Minggu (25/4), Nani mengirim sate yang bumbunya telah ditaburinya dengan racun KCn melalui order ojol offline.

Seorang ojol, Bandiman (47) kemudian menerima order offline di seputaran Gayam atau Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta. Dia dihampiri Nani.

Bandiman (47) ayah dari anak berinisial N (8) meregang nyawa usai menyantap takjil sate ayam di Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (25/4). Foto: Dok. Istimewa

Nani yang tadinya tidak diketahui identitasnya lantas meminta Bandiman mengantar dua bungkus makanan berisis sate dan snack itu ke sebuah perumahan di Kasihan, Bantul, kepada orang yang bernama Tomy. Dia berpesan bahwa takjil itu titipan ‘Hamid dari Pakualaman’.

Sesampai di lokasi, Tomy sedang di luar kota. Istri Tomy tidak mau menerima kiriman makanan tersebut lantaran merasa tidak tahu siapa pengirimnya. Begitu pula Tomy ketika saat itu dihubungi mengaku tidak kenal.

Istri Tomy menganjurkan makanan dibawa pulang saja. Bandiman pun pulang dan sate disantap keluarga. N, anak kedua Bandiman, kolaps ketika memakan bumbu sate. Sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban