Di Pasar Tradisional Blora, Dinkes Temukan Makanan Mengandung Bahan Berbahaya, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
5

Petugas saat lakukan razia makanan yang diduga mengandung bahan berbaya, yang dijual di pasar tradisional Jepon, Blora, Senin (03/05/2021)

Blora – Jelang lebaran 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, pada Senin (03/05/2021) menggelar operasi atau sweeping peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya di pasar tradisional Kecamatan Jepon.

Dalam operasi tersebut, Dinkes Blora menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Tengah, dan instansi terkait.

Operasi tersebut guna mengantisipasi kemungkinan adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya yang dijual kepada masyarakat jelang lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Dari 21 sampel makanan yang diambil petugas dari pasar tradisonal tersebut petugas menemukan 4 makanan yang mengandung bahan pewarna tekstil, Rhodamin B.

Petugas saat lakukan razia makanan yang diduga mengandung bahan berbaya, yang dijual di pasar tradisional Jepon, Blora, Senin (03/05/2021)

Kepala Seksi Farmasi Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan (Kasi Farmmalkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Siti Mahfullah mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan menjelang lebaran.

Menurutnya, kegiatan sweeping tersebut dilakukan menjelang lebaran, karena konsumsi masyarakat dalam membeli makanan itu melonjak, jadi khawatir dimanfaatkan oleh distributor atau pengecer yang nakal terkait makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna tekstil Rhodamin B, metanil yellow, formalin, dan boraks.

“Dari 21 sampel makanan yang kita ambil, ada 4 makanan yang yang positif mengandung bahan pewarna tekstil Rhodamin B.” kata Siti Mahfullah.

Keempat makanan yang mengandung bahan berbahaya di antaranya, kerupuk pasir, kerupuk gatok, kerupuk pasir bawang, dan kerupuk rantang kuning.

Oleh sebab itu pihaknya nanti akan memberitahukan ke pedagang pasar dan masyarakat terkait adanya kandungan bahan berbahaya dalam makanan tersebut.

“Agar makanan yang dijual mengandung Rhodamin B ini untuk tidak diedarkan lagi dan masyarakat supaya cerdas untuk memilih makanan yang sesuai standar kesehatan atau makanan yang sehat,” kata Siti Mahfullah.

Selain di Pasar Jepon, kegiatan sweeping makanan juga akan dilakukan di sejumlah pasar yang ada di Blora selama beberapa hari mendatang.

“Jadi pertama di pasar Jepon, lalu di Pasar Ngawen, Pasar Cepu, dan hari keempat nanti di Pasar Randublatung. Kita tetap gandeng BPOM Jateng untuk uji lab,” kata Siti Mahfullah. (teg/imm)

Reporter: Priyo SPd

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban