Daya Beli Mulai Naik Jelang Lebaran, Didorong Permintaan Emas Perhiasan, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
7

perhiasan emas Foto: Shutterstock

Daya beli masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri mulai mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari adanya kenaikan pada inflasi inti.

Inflasi inti adalah komponen inflasi yang pergerakannya cenderung tetap, yang menggambarkan daya beli masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti mencapai 0,14 persen (mtm) di April 2021. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi atau minus 0,03 persen (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan, kenaikan inflasi inti tersebut didorong oleh tingginya permintaan emas perhiasan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Hal ini pun turut mendongkrak harga emas perhiasan.

“Meningkatnya pembelian emas perhiasan menjelang Hari Raya Idul Fitri mempengaruhi harga emas perhiasan di April 2021,” ujar Setianto saat konferensi pers virtual, Senin (3/5).

Selain itu, kenaikan harga emas batangan juga menyebabkan tingginya harga emas perhiasan di April 2021. BPS mencatat kenaikan emas perhiasan terjadi di 60 kota dari 90 kota pantauan BPS, tertinggi terjadi di Pare-pare, Medan, dan Bukittinggi, dengan masing-masingnya mengalami kenaikan 3 persen.

Liontin paua dapat disandingkan dengan perhiasan dari emas maupun perak, tergantung kebutuhan dan keinginan konsumen Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Meski demikian, laju inflasi inti selama April 2021 tersebut masih lebih rendah dibandingkan April 2020 yang sebesar 0,17 persen (mtm) dan 2,85 persen (yoy).

Secara keseluruhan, BPS mencatat laju inflasi selama bulan April 2021 mencapai 0,13 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 1,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Laju inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya atau Maret 2021 yang sebesar 0,08 persen (mtm) maupun April 2020 yang sebesar 0,08 persen (mtm).

Dari kelompok pengeluarannya, inflasi selama April 2021 didorong oleh kenaikan harga pangan, utamanya daging ayam ras dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,06 persen. Selanjutnya minyak goreng, jeruk, emas perhiasan, anggur, pepaya, rokok kretek, hingga ikan segar memiliki andil 0,01 persen terhadap inflasi.

Meski demikian, ada juga kelompok yang memiliki andil deflasi. Di antaranya yaitu cabai rawit dengan andil minus 0,05 persen, cabai merah dan bawang merah masing-masing minus 0,02 persen.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban