Bungkus Sate dan Jaket Jadi Petunjuk Penting Ungkap Kasus Sate Maut di Yogya

0
4

Polisi menunjukkan barang bukti dan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Satreskrim Polres Bantul berhasil menangkap perempuan misterius pemberi takjil sate ayam beracun yang menewaskan N (10), anak ojol di Kecamatan Sewon, Bantul.

Pelaku bernama Nani Aprialliani Nurjaman (25) alias NA asal Majalengka, Jawa Barat. Motifnya, pelaku sakit hati karena Tomy, sasaran utama sate ayam beracun, karena tidak jadi menikahinya.

Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria mengatakan, bungkus sate dan jaket berwarna krem menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kasus ini.

“Salah satu kunci memakai jaket warna krem tapi sudah dibuang. Itu menjadi salah satu kunci penangkapan. Sama bungkus sate bisa menunjukkan tempat di mana beli satenya, ketemulah rangkaian saksinya ini,” kata Burkan dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5),.

Dari bungkus sate itu, polisi mendatangi tempat penjualnya untuk memeriksa apakah pelaku NA pernah membeli sate di tempat tersebut.

Penjual sate tersebut membenarkan bahwa yang bersangkutan pernah membeli di tempatnya pada hari yang sama dengan kejadian.

Rekaman CCTV

Sebelumnya, polisi mengantongi ciri pelaku dari rekaman CCTV dan keterangan pengemudi ojek online yang menerima orderan takjil sate itu di kawasan Gayam atau Stadion Manggala Krida.

Menurut driver ojol, Bandiman (47), pengirim merupakan perempuan muda berusia 20 hingga 25 tahun, saat itu memakai jilbab. Saat memberikan orderan sate, pelaku tidak memakai masker dan mengendarai motor.

Bandiman (47) ayah dari N (10), bocah yang tewas usai makan bumbu sate beracun. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Orderan dilakukan tanpa aplikasi. Bandiman saat itu disuruh memberikan takjil sate ayam kepada Tomy, warga Kasihan, Bantul. Pelaku berpesan, takjil itu “dari Hamid dari Pakualaman”.

Saat disampaikan ke rumah Tomy, istri Tomy menolak menerima takjil karena tidak mengenal pengirim. Tomy yang sedang tidak ada di rumah, saat dikontak, juga mengaku tidak kenal.

Sate lantas disarankan dibawa pulang Bandiman saja. Bandiman lalu memakan bersama keluarganya dan anak lelakinya meninggal akibat memakan sate bersama bumbunya.