BI Sulbar Siapkan Uang Tunai Rp 483,85 Miliar untuk Ramadhan dan Idul Fitri 2021, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
14

Ilustrasi uang rupiah Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat (Sulbar), Budi Sudaryono, mengatakan kebutuhan uang tunai (outflow) di Sulbar selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1442 Hijriah diperkirakan mencapai Rp 483,85 miliar. Angka tersebut meningkat 8,1 persen dari realisasi outflow tahun lalu sebesar Rp 447,4 miliar.

Menurut Budi, peningkatan tersebut karena faktor kondisi recovery pasca-bencana alam, penyaluran bantuan sosial, serta indikasi perbaikan ekonomi akibat efektivitas vaksinasi COVID-19.

“Secara pecahan, perkiraan kebutuhan uang periode Ramadhan hingga Idul Fitri 2021 akan didominasi oleh pecahan besar Rp 50 ribu ke atas. Angkanya mencapai Rp 421,5 miliar, sedangkan pecahan kecil Rp 20 ribu ke bawah sebesar Rp 62,4 miliar,” kata Budi, Senin (3/5/2021).

Lebih lanjut dikatakan Budi bahwa pihaknya berkomitmen memenuhi kebutuhan uang kartal (tunai), baik kertas dan logam selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini dengan kondisi yang layak edar.

Budi menambahkan, demi mendukung pelayanan prima kepada warga, perwakilan BI Sulbar bekerja sama dengan beberapa perbankan membuka layanan penukaran uang di 65 titik di Sulbar. Di antaranya Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu BPD Sulselbar, BRI, BNI, BSI, Bank Mandiri, Maybank, Bank Muamalat, Bank Panin, Bank Sinarmas, Bank Mega, dan BTPN.

Selain itu, BI juga bekerja sama dengan Kantor Kas dan Kantor Unit BPD Sulselbar dan BRI dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan guna mencegah dan menekan penularan COVID-19.

“Kegiatan penukaran uang yang bersifat retail di Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Barat maupun kas keliling di tempat-tempat keramaian tahun ini ditiadakan. Kegiatan penukaran di KPw BI Provinsi Sulawesi Barat hanya bersifat partai besar (wholesale, red) kepada perbankan,” sebutnya.

Budi juga mengimbau warga menggunakan transaksi nontunai, melalui digital banking, uang elektronik atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Transaksi nontunai bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi dengan mengurangi kontak fisik.

“BI telah mengeluarkan kebijakan mendorong transaksi digital dan mendorong penguatan ekosistem digital, yakni penyesuaian biaya BI-RTGS (Bank Indonesia Real Time Gross Settlement, red) dan SKNBI (Sistem Kliring Nasional BI, red),” terang Budi.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban