16.762 Orang Tinggalkan Bali via Gilimanuk Jelang Larangan Mudik Lebaran, kumparan – #kumparanAdalahJawaban

0
13

Suasana penyeberangan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali. Foto: Dok. Istimewa

Pemerintah melarang mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Hal ini membuat lonjakan penumpang terjadi sebelum tanggal tersebut.

Seperti yang terjadi di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali. Per 1 Mei 2021 pukul 08.00 hingga 2 Mei 2021 pukul 08.00, jumlah yang menyeberang dari Bali ke Banyuwangi sebanyak 16.762 orang. Jumlah itu naik 375 persen bila dibandingkan pada periode yang sama di 2020, yaitu sebanyak 3.526 orang.

Selain itu jumlah kendaraan yang menyeberang juga mengalami peningkatan yang tinggi. Kendaraan roda dua meningkat 845 persen dari 316 unit menjadi 2.985 unit. Begitupun dengan mobil pribadi yang meningkat 228 persen dari 513 unit menjadi 1.682 unit.

Sehingga total seluruh kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat sebanyak 5.856 unit atau naik 171 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 2.162 unit.

“Yang banyak keberangkatan dari Gilimanuk, dibandingkan tahun 2020 itu ada peningkatan kalau dibandingkan hari-hari biasa sama dengan hari normal. Yang dominan atau signifikan itu ada di roda dua,” kata General Manager PT ASDP Ketapang Suharto, Senin (3/5).

Suasana penyeberangan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali. Foto: Dok. Istimewa

Sementara sebaliknya yang berangkat dari Pelabuhan Banyuwangi menuju Bali juga mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Jumlah orang yang menyeberang pada tahun ini sebanyak 9.137 orang atau meningkat 314 persen dari 2.206 orang.

Sementara sepeda motor sebanyak 229 unit atau naik 324 persen bila dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang hanya sebanyak 54 unit. Lalu mobil pribadi sebanyak 993 unit atau naik 109 persen dibandingkan tahun lalu yan tercatat sebanyak 474 unit kendaraan.

Sehingga total seluruh kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali tercatat sebanyak 2.473 unit atau naik 30 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.901 unit.

Suharto mengatakan lonjakan ini sudah terjadi sejak 30 April lalu.

“Sebelum larangan ini memang ada peningkatan mulai tanggal 30 April  kemarin itu ada peningkatan, tapi tidak ada antrean,” kata Suharto.

Suasana penyeberangan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali. Foto: Dok. Istimewa

Suharto memperkirakan, puncak mudik akan terjadi lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya yaitu pada H-1 larangan mudik atau pada tanggal 4 hingga 5 Mei mendatang. Meski begitu ia mengatakan telah mengantisipasi hal itu agar tidak terjadi kerumunan yaitu dengan menambah kapal.

“Sementara ada 32 kapal yang melayani penyeberangan Jawa-Bali kali ini. Untuk sementara belum. Tapi mepet ya, karena juga tidak ada lonjakan yang berarti,” tambahnya.

Selain menambah operasional kapal, pihaknya telah menyiapkan 4 bilik GeNose C-19 untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang tidak melakukan rapid tes antigen. Sehingga masyarakat yang menyeberang dari Bali dan sebaliknya benar-benar negatif dari COVID-19.

, kumparan – #kumparanAdalahJawaban